KABARTASELA.ID, PARIS — Aksi unjuk rasa yang melibatkan ratusan ribu masyarakat di Prancis terkait kenaikan biaya hidup dan pemangkasan anggaran layanan publik berujung kericuhan massal di berbagai kota. Gerakan demonstrasi yang awalnya menuntut perbaikan upah dan sektor pendidikan tersebut kini berbuntut aksi perusakan fasilitas publik hingga penjarahan gerai ritel.
Gelombang demonstrasi tersebut menjadi salah satu kerusuhan terparah dalam beberapa tahun terakhir. Di berbagai wilayah, massa aksi dilaporkan membakar kantor balai kota, menyerang aparat kepolisian beserta armadanya, serta merusak sejumlah bangunan dengan coretan grafiti penolakan terhadap kalangan ekonomi atas.
Merespons eskalasi yang tak terkendali, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan kecaman keras atas tindakan anarkistis tersebut. Dalam pidato resminya, ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri dan menghentikan aksi perusakan.
"Melihat gambar-gambar ini, kita semua bertanya pada diri sendiri: Apa yang ada di benak mereka? Bagaimana mungkin orang Prancis melakukan ini pada Prancis? Tidak ada yang bisa membenarkannya, tidak ada yang bisa menjelaskannya, tidak ada yang bisa memaafkannya. Malam ini, kita semua merasakan kemarahan dan rasa malu,"
Dampak ekonomi akibat peristiwa ini dilaporkan mencapai angka puluhan juta euro. Federasi Perdagangan dan Ritel Prancis mencatat setidaknya 1.500 toko dan pusat perbelanjaan mengalami kerusakan berat. Butik barang mewah seperti Ralph Lauren, Gucci, dan Versace di kawasan Paris turut menjadi sasaran perusakan kaca etalase.
Kerugian signifikan juga dialami oleh raksasa ritel Carrefour. CEO Carrefour, Alexandre Bompard, mengonfirmasi bahwa 50 gerai miliknya mengalami kerusakan fisik, dengan 20 di antaranya ludes dijarah perusuh.
Menteri Perekonomian Prancis, Roland Lescure, memastikan pihak berwenang akan mengambil langkah tegas kepada para pelaku perusakan sekaligus merumuskan skema dukungan bagi para pemilik usaha yang terdampak.
"Mereka yang merusak barang akan membayar, memperbaiki kerusakan, dan dimintai pertanggungjawaban atas niat mereka untuk menebar kekacauan,"
Hingga kini, aparat keamanan telah mengamankan ribuan orang yang diduga terlibat dalam aksi perusakan dan penjarahan, sementara pembersihan puing-puing sisa kerusuhan di pusat perkotaan masih terus berlangsung.










