29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)
Tasela TerkiniBreaking News

Tragis! Hendak Bersihkan Kebun, Lansia di Culamega Tasikmalaya Tewas Terbakar

Korban diduga pingsan usai menghirup asap pembakaran sampah lalu terpeleset ke dalam kobaran api di lahan berbukit.

H. Apry Fauzan
H. Apry Fauzan
Redaktur / Editor•Kamis, 22 Oktober 2026 • 11:35 WIB•480x dibaca
Tragis! Hendak Bersihkan Kebun, Lansia di Culamega Tasikmalaya Tewas Terbakar.
Tragis! Hendak Bersihkan Kebun, Lansia di Culamega Tasikmalaya Tewas Terbakar.Foto: Istimewa.
Single Article - Top Banner

KABARTASELA.ID, CULAMEGA – Nasib naas menimpa S (65), seorang petani lansia warga Kampung Culamega RT 02/01, Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya. Korban ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi luka bakar 100 persen di lahan kebun miliknya pada Rabu (21/10/2026) sore.

Peristiwa tragis tersebut bermula ketika korban berpamitan kepada sang istri untuk mengambil kayu bakar sekaligus membersihkan kebun miliknya yang berada di kawasan perbukitan terjal.

Kapolsek Bantarkalong Iptu Agus Kasdili membenarkan insiden maut tersebut. Menurut keterangannya, korban sempat membakar tumpukan ranting dan daun kering sebelum kobaran api merambat tak terkendali.

"Awalnya korban berpamitan kepada istrinya untuk mengambil kayu bakar di kebun miliknya sendiri," kata Kapolsek Bantarkalong Iptu Agus Kasdili saat dikonfirmasi, Rabu (21/10/2026) sore.

Upaya Pemadaman Berujung Petaka

Setibanya di lokasi kebun yang berada di area tebing miring, korban diduga membakar tumpukan daun dan ranting kering untuk membersihkan lahan. Namun, kondisi cuaca dan material kebun yang sangat kering membuat api dengan cepat merambat ke sekelilingnya.

Melihat api meluas, korban berusaha memadamkan api secara manual menggunakan alat seadanya, yakni pelepah pisang dan ranting pohon kapol.

Iklan

"Diduga api merambat ke sekelilingnya, korban berusaha memadamkan api tersebut namun korban diduga mengalami sesak napas akibat menghirup asap," ujar Agus.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban memang memiliki riwayat penyakit sesak napas dan asam urat. Kepulan asap tebal di tengah kepungan api membuat penyakit korban kambuh, hingga korban terpeleset dan pingsan di area tebing curam tersebut.

"Jadi karena ada riwayat sesak napas jadi korban ini akhirnya jatuh ke kobaran api," jelas Agus menambahkan.

Ditemukan Saksi dalam Kondisi Hangus

Keberadaan korban baru diketahui pada Rabu sore setelah dua warga setempat, Abdu dan Iwan, melihat kepulan asap tebal dari kejauhan. Merasa curiga, kedua saksi mendatangi lokasi sumber asap di lahan miring tersebut.

Saat sampai di lokasi, saksi mendapati korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan luka bakar di sekujur tubuh.

"Korban ditemukan di posisi tanah miring tebing di kebun milik korban, dalam keadaan hangus. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," terang Agus.

Proses evakuasi segera dilakukan oleh petugas gabungan bersama warga setempat. Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kepolisian menemukan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, antara lain:

  • Tumpukan sisa rumput kering, daun, dan bambu yang dibakar korban.
  • Sisa pohon pisang dan pohon kapol yang sempat digunakan korban untuk memukul api.

Keluarga Menolak Autopsi

Pihak kepolisian memastikan tidak ditemukan unsur pidana atau tanda penganiayaan pada tubuh korban. Kejadian ini murni merupakan kecelakaan kerja akibat musibah kebakaran kebun.

"Keluarga menerima dengan ikhlas, tidak mau diotopsi. Sudah dibuatkan surat penolakan otopsi," pungkas Iptu Agus Kasdili.

Jenazah lansia tersebut langsung diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Duka Kampung Culamega untuk segera dimakamkan secara layak.

Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
H. Apry Fauzan
Penulis Berita

H. Apry Fauzan

Redaktur / Editor Berita
"Bertanggung jawab atas arah kebijakan redaksional, independensi pemberitaan, dan penegakan kode etik jurnalistik di Kabar Tasela. Berkomitmen menyajikan fakta yang akurat, berimbang, dan mencerahkan masyarakat Tasikmalaya Selatan."
128 Artikel DiterbitkanBergabung Kamis, 20 Agustus 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...