KABARTASELA.ID, JAKARTA — Timnas Indonesia berpeluang besar mengukir sejarah baru saat melakoni laga uji coba internasional kontra Yordania pada agenda FIFA Matchday, 13 November 2026 mendatang. Bentrokan bergengsi kedua tim dijadwalkan berlangsung di Stadion Internasional Amman, kendati PSSI saat ini masih terus memantau situasi keamanan terkini di kawasan Timur Tengah sebelum memberikan lampu hijau final.
Pertandingan tandang ini datang di momen krusial bagi armada Merah Putih. Pasca merengkuh trofi bergengsi FIFA ASEAN Cup 2026, duel kontra wakil Asia Barat tersebut diproyeksikan sebagai tolok ukur krusial dalam mematangkan skema taktik menuju putaran final Piala Asia 2027 yang tinggal menghitung hari, tepatnya kurang dari tiga bulan ke depan.
Menghadapi Yordania, tantangan psikologis membentang di hadapan Garuda. Sepanjang catatan sejarah pertemuan, Indonesia belum sekalipun memetik kemenangan dari lima bentrokan sebelumnya. Sejak kekalahan 1-2 pada laga persahabatan edisi Februari 2004 silam, Indonesia tercatat menelan rentetan hasil minor, termasuk kekalahan 0-1, 0-5, 1-4, hingga takluk tipis 0-1 pada babak Kualifikasi Piala Asia 2022.
Kendati sang lawan berjuluk Al Nashama mencetak sejarah spektakuler dengan menembus putaran final Piala Dunia 2026, peta kekuatan kedua kesebelasan sepanjang kalender 2026 berputar 180 derajat. Timnas Indonesia melesat tajam di bawah komando pelatih John Herdman, suksesor era Patrick Kluivert. Dari total 12 laga resmi yang dilakoni sepanjang Januari hingga Oktober 2026, Garuda sukses mengemas delapan kemenangan, dua kali imbang, dan hanya menelan dua kekalahan.
Kondisi kontras justru dialami Yordania yang tengah mengalami paceklik hasil positif. Dari sembilan laga yang dimainkan sepanjang 2026, mereka belum pernah sekalipun mencicipi manisnya kemenangan. Performa minor ini terjadi baik saat ditangani Jamal Sellami lewat torehan dua imbang dan empat kalah, maupun ketika kursi kepelatihan dialihkan ke Badou Zaki yang meraih hasil imbang 1-1 kontra Suriah serta 0-0 melawan Venezuela.
Tren jomplang tersebut membuka kans lebar bagi Indonesia untuk menghapus kutukan nirmenang atas Yordania, sembari menanti ketetapan resmi federasi terkait izin keberangkatan ke Amman.










