KABARTASELA.ID, JAKARTA — Langkah impresif Timnas Indonesia U-20 menembus putaran final Piala Asia U-20 2027 di China langsung ditindaklanjuti dengan penyusunan peta jalan persiapan yang matang. Juru taktik Garuda Nusantara, Nova Arianto, merancang formula pemusatan latihan (TC) yang presisi demi menyiasati padatnya jadwal kompetisi domestik para penggawa mudanya.
Kepastian tiket ke panggung elite Asia itu diraih usai I Putu Panji Apriawan dan kolega menguasai takhta Grup H pada babak kualifikasi di New Laos National Stadium, Vientiane. Tampil solid tanpa kebobolan sebiji gol pun, Garuda Nusantara mengunci posisi juara grup berkat hasil imbang 0-0 kontra Malaysia, serta kemenangan meyakinkan atas Laos (3-0) dan Australia (2-0).
Kendati demikian, tantangan di putaran final dipastikan jauh lebih terjal. Menghadapi situasi tersebut, tim pelatih dihadapkan pada dinamika baru di mana mayoritas amunisi Timnas U-20 kini menjadi andalan di klub profesional ajang BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/2027. Demi menjaga sinergi dengan klub, opsi pemusatan latihan jangka panjang di luar kalender resmi dikesampingkan.
Nova Arianto menegaskan bahwa agenda pemanggilan pemain akan diselaraskan secara disiplin dengan jeda kompetisi resmi FIFA.
"Ya persiapan karena sekarang pemain Timnas U-20 rata-rata bermain di Super League dan Championship, otomatis kita akan melakukan TC di saat kalender FIFA Match Day," ujar Nova Arianto di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (18/10/2026).
"Jadi kita tidak bisa memanggil mereka di luar kalender FIFA Matchday."
Memasuki fase akhir menuju turnamen yang dijadwalkan mentas pada 24 Maret hingga 10 April 2027 di China, Nova membidik pemusatan latihan berdurasi lebih panjang pada Januari dan Februari 2027. Terkait laga uji coba internasional, tim pelatih masih menanti undian grup resmi agar lawan latih tanding dapat disesuaikan dengan karakter calon lawan di babak utama.
Tiket ke putaran final ini sekaligus memperpanjang tradisi harum sepak bola Indonesia di ajang prestisius tersebut, setelah mengoleksi 20 penampilan bersejarah sejak menjadi juara pada edisi 1961.










