KABARTASELA.ID, Jakarta — Persaingan sengit di fase grup FIFA ASEAN Cup 2026 berbuntut panjang di luar lapangan. Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) secara resmi melayangkan surat kepada FIFA guna menuntut penjelasan atas perubahan durasi masa injury time yang dinilai tidak biasa pada laga krusial antara Timnas Indonesia kontra Bangladesh, Kamis (1/10/2026) malam WIB.
Pertandingan penentu yang dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta tersebut sempat diwarnai kebingungan. Perangkat pertandingan awalnya mengumumkan tambahan waktu babak kedua hanya selama dua menit. Namun, secara mendadak, durasi tersebut dikoreksi menjadi tujuh menit di atas lapangan.
Sikap tegas pun langsung diambil kubu Harimau Malaya. Melalui pernyataan resmi yang dirilis melalui akun Instagram pada Jumat (2/10/2026), FAM meminta badan tertinggi sepak bola dunia tersebut mengusut prosedur di balik keputusan perubahan waktu tersebut.
"Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menanggapi dengan serius masalah perubahan durasi waktu tambahan dalam pertandingan antara Indonesia dan Bangladesh yang merupakan bagian dari kualifikasi Piala ASEAN FIFA 2026 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, tadi malam. Dalam pertandingan tersebut, durasi waktu tambahan yang awalnya diumumkan selama dua menit kemudian diubah menjadi tujuh menit," tulis FAM.
Langkah FAM ini didasari oleh krusialnya hitungan waktu tambahan yang berdampak langsung pada penentuan klasemen akhir Grup A untuk memperebutkan tiket ke babak final. Di laga lain, Malaysia sejatinya sukses melumat Singapura dengan skor telak 6-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung. Hasil tersebut membuat Malaysia mengemas tujuh poin, setara dengan perolehan poin akhir Timnas Indonesia.
Meski mengoleksi poin identik, Timnas Indonesia berhak finis sebagai juara Grup A dan lolos ke partai puncak lantaran unggul dalam aspek agresivitas gol (+2) dibandingkan Malaysia. Kendati demikian, FAM menegaskan bahwa langkah ini murni demi menjaga integritas kompetisi, bukan untuk menganulir keberhasilan Indonesia.
"Sebaliknya, langkah ini bertujuan untuk mendapatkan klarifikasi resmi mengenai proses dan prosedur kepemimpinan pertandingan guna mengatasi kebingungan yang telah timbul," pungkas FAM.










