KABARTASELA.ID, Semarang — Java United terus berbenah demi meningkatkan daya saing di kasta tertinggi sepak bola tanah air. Bergerak cepat sebelum jendela transfer BRI Super League 2026/2027 ditutup, Laskar Kepodang Emas resmi mendaratkan amunisi baru di sektor pertahanan. Menara tangguh asal Brasil, Cleylton Santos, resmi diperkenalkan sebagai palang pintu anyar yang siap mengawal lini belakang tim.
Kehadiran bek berusia 33 tahun ini diplot untuk menambah stabilitas serta memberikan rasa aman di area pertahanan Java United. Pengalamannya merumput di kompetisi domestik menjadi nilai tambah krusial. Manajer Java United, Alan Haviludin, menegaskan bahwa perekrutan pemain kelahiran 19 Maret 1993 tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan taktis tim pelatih.
"Cleylton memiliki profil yang sesuai dengan kebutuhan pelatih. Dia juga pernah bermain di Indonesia sehingga diharapkan tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi," kata Alan Haviludin, Selasa (6/10/2026).
Cleylton sendiri sudah menginjakkan kaki di Indonesia sejak akhir September 2026. Tanpa membuang waktu, ia langsung melebur dalam sesi latihan intensif di bawah komando pelatih Fabio Lefundes. Sang pemain mengaku proses adaptasinya berjalan sangat mulus berkat dukungan penuh dari seluruh elemen yang ada di dalam klub.
"Latihan berjalan baik dan saya mendapat sambutan yang luar biasa dari rekan setim, pelatih, dan semua staf di tim," ujar Cleylton Santos.
Pemain yang mengawali kariernya di sepak bola Indonesia bersama Persis Solo ini memiliki motivasi berlipat untuk membawa tim barunya melesat tinggi musim ini.
"Saya akan berusaha keras setiap hari untuk membantu tim mencapai posisi terbaik yang kami bisa di klasemen," tutur pemain yang sempat berbaju Borneo FC pada putaran kedua musim lalu tersebut.
Menariknya, skenario debut Cleylton bersama Laskar Kepodang Emas berpotensi menghadirkan tensi tinggi. Java United dijadwalkan menjamu Borneo FC pada pekan ke-4 BRI Super League di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (11/10/2026). Menghadapi klub yang musim lalu ia bela sebanyak 15 kali tentu akan menjadi ujian emosional sekaligus pembuktian profesionalisme bagi sang bek anyar di hadapan publik Semarang.










