29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)

Simposium Pemuda Sunda 2026: DAMAS Dorong Peran Strategis Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045

Menyambut Hari Sumpah Pemuda dan Milangkala ke-70, DAMAS tekankan pentingnya aksi nyata di bidang pendidikan, ekonomi, dan kebudayaan.

H. Apry Fauzan
H. Apry Fauzan
Redaktur / Editor•Senin, 19 Oktober 2026 • 22:25 WIB•516x dibaca
Simposium Pemuda Sunda 2026: DAMAS Dorong Peran Strategis Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045.
Simposium Pemuda Sunda 2026: DAMAS Dorong Peran Strategis Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045.Foto: Istimewa.
Single Article - Top Banner

KABARTASELA.ID, BANDUNG ā€“ Memasuki usia ke-70 tahun, Daya Mahasiswa Sunda (DAMAS) menegaskan komitmennya untuk mengambil peran strategis dalam mendorong kemajuan pemuda Sunda. Langkah ini diwujudkan melalui penguatan tiga pilar utama: pendidikan, kemandirian ekonomi, dan pelestarian kebudayaan.

Komitmen mendasar tersebut mengemuka dalam ajang Simposium Pemuda Sunda 2026 yang digelar di Bale Rumawat, Universitas Padjadjaran, Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung, Minggu (18/10/2026). Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB ini menjadi ruang refleksi sekaligus pertukaran gagasan mengenai tantangan dan masa depan generasi muda Sunda di tengah dinamika perubahan zaman.

Refleksi 70 Tahun DAMAS dan Hari Sumpah Pemuda

Momentum simposium ini terasa sangat istimewa karena bertepatan dengan perjalanan DAMAS yang resmi memasuki usia 70 tahun. Bagi organisasi kepemudaan tersebut, usia panjang bukan sekadar penanda eksistensi semata, melainkan kesempatan berharga untuk mengevaluasi perjalanan sekaligus memperbarui arah gerakan agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Di tengah berbagai tantangan kompleks yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari akses pendidikan yang merata, keterbukaan peluang ekonomi, hingga keberlanjutan identitas budaya, DAMAS memandang pemuda Sunda perlu dibekali kemampuan adaptif tanpa harus kehilangan akar tradisi dan nilai-nilai kesundaannya.

Ketua Pelaksana Simposium Pemuda Sunda 2026, Syahwal Pramudia, menegaskan bahwa momentum Milangkala ke-70 DAMAS serta peringatan Hari Sumpah Pemuda harus menjadi pengingat kuat bahwa perjuangan pemuda tidak boleh berhenti pada semangat dan slogan semata.

Iklan

"Momentum Milangkala ke-70 DAMAS dan peringatan Hari Sumpah Pemuda ini harus menjadi pengingat bahwa perjuangan kepemudaan membutuhkan tindakan nyata, bukan hanya semangat dan slogan. Pemuda harus mampu mengambil peran, menghadirkan gagasan, dan ikut mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat," tegas Syahwal Pramudia saat ditemui di lokasi acara, Minggu (18/10/2026).

Kesadaran Kolektif Menuju Indonesia Emas 2045

Lebih lanjut, Syahwal menempatkan simposium ini sebagai sarana memperkuat kesadaran kolektif bahwa kemajuan pemuda Sunda tidak bisa dibangun secara parsial. Sinergi yang menyeluruh menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan global.

Menurutnya, ada tiga aspek utama yang harus berjalan beriringan dalam membangun kapasitas generasi muda:

  • Pendidikan: Dijadikan sebagai fondasi utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
  • Kemandirian Ekonomi: Membuka peluang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk berkembang dan berdaya saing.
  • Kebudayaan: Menjadi benteng identitas yang menjaga arah serta karakter pemuda di tengah arus deras modernisasi.

Melalui forum simposium ini, DAMAS diharapkan tidak hanya menjadi wadah berkumpul dan berdiskusi, melainkan juga ruang lahirnya gagasan strategis yang dapat ditindaklanjuti melalui gerakan nyata. Dengan demikian, pemuda Sunda tidak sekadar menjadi penonton perubahan, melainkan turut aktif menentukan arah pembangunan di daerahnya.

Simposium Pemuda Sunda 2026 turut membawa pesan penting bahwa masa depan Jawa Barat sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya. Tantangan menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan anak muda yang berpendidikan, mandiri, adaptif, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sosial dan kebudayaannya.

Bagi DAMAS, memasuki usia ke-70 bukanlah garis akhir dari perjalanan organisasi, melainkan titik tolak baru untuk memperkuat kontribusi dan memperluas kebermanfaatan bagi masyarakat luas. Melalui penguatan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian budaya, DAMAS optimistis akan lahir generasi muda Sunda yang berdaya, berkarakter, serta mampu membawa nilai-nilai lokal menjadi kekuatan utama dalam menjawab tantangan masa depan.

Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
H. Apry Fauzan
Penulis Berita

H. Apry Fauzan

Redaktur / Editor Berita
"Bertanggung jawab atas arah kebijakan redaksional, independensi pemberitaan, dan penegakan kode etik jurnalistik di Kabar Tasela. Berkomitmen menyajikan fakta yang akurat, berimbang, dan mencerahkan masyarakat Tasikmalaya Selatan."
128 Artikel DiterbitkanBergabung Kamis, 20 Agustus 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...