KABARTASELA.ID, BANDUNG — Kepolisian Sektor Pameungpeuk bersama Tim Inafis Polresta Bandung tengah menyelidiki insiden teror pelemparan bom molotov yang menyasar sebuah rumah di kawasan Ranca Tungku, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung. Hunian tersebut merupakan tempat tinggal orang tua serta kakek dan nenek dari pendiri Gerakan Indonesia Emas (GIE), Desta Pancaputra.
Peristiwa pencekaman tersebut berlangsung pada Minggu (18/10/2026) dini hari sekitar pukul 03.45 WIB. Setelah menerima laporan korban, aparat kepolisian langsung diterjunkan untuk menyisir lokasi dan mengumpulkan barang bukti.
Kapolsek Pameungpeuk AKP Saep Balya membenarkan bahwa langkah olah tempat kejadian perkara (TKP) telah rampung dilaksanakan guna melacak identitas pelaku pembakaran.
"Iya benar kemarin kita sudah melakukan cek TKP dan olah TKP, kebetulan kita bersama dari Inafis Polres juga. Kami masih penyelidikan. Pemeriksaan saksi-saksi sudah kita lakukan,"
Desta Pancaputra menuturkan, kobaran api pertama kali disadari oleh neneknya yang terbangun dan berteriak histeris dalam kondisi ketakutan. Api sempat membakar kursi, deretan pakaian, serta memecahkan kaca pintu depan akibat benturan dan ledakan serpihan botol bahan bakar. Beruntung, amukan si jago merah segera dipadamkan oleh warga sekitar yang tengah beraktivitas menjelang subuh.
Dari rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lingkungan, terlihat pergerakan dua orang berboncengan sepeda motor yang dicurigai sebagai eksekutor pelemparan. Desta menduga kuat aksi teror tersebut memiliki tendensi politis berkaitan dengan aktivitas kritisnya terhadap tata kelola pemerintahan dan isu lingkungan di Kabupaten Bandung.
"Ketika ditanya siapa pihak yang kami duga melakukan pembakaran ini, saya tidak bisa menyebutkan pihak yang spesifik. Namun, saya meyakini kuat bahwa motifnya adalah alasan politis. Saya aktif menyuarakan keresahan masyarakat, khususnya di Kabupaten Bandung, alasan politis inilah yang paling kuat saya duga menjadi dalang di balik pembakaran ini,"
Peristiwa teror pembakaran ini rupanya bukan kali pertama menimpa lingkaran keluarganya. Sekitar 10 hari sebelumnya, kediaman sang paman dilaporkan sempat mengalami percobaan serupa menggunakan botol bensin. Demi keselamatan, para lansia yang menghuni rumah tersebut sementara waktu dievakuasi ke kediaman kerabat, sembari menunggu kepolisian mengungkap dalang penyerangan.










