KABAR TASELA, Cipatujah — Sektor perikanan budidaya air payau di kawasan pesisir Tasikmalaya Selatan (Tasela) kian menunjukkan potensi ekonomi yang sangat menjanjikan. Kelompok petambak udang vaname binaan di Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, resmi menggelar panen raya dengan hasil melimpah dan tingkat kelangsungan hidup (survival rate/SR) mencapai 92 persen.
Capaian tersebut terbilang sangat tinggi untuk kategori budidaya udang pesisir selatan Jawa Barat. Udang vaname yang dihasilkan dari tambak kawasan Sindangkerta ini memiliki kualitas prima, berukuran besar dengan klasifikasi size 30 hingga 40 ekor per kilogram, serta terjamin bebas dari residu antibiotik maupun bahan kimia berbahaya.
Standardisasi Budidaya dan Serapan Pasar Ekspor
Kualitas produk yang terjaga secara konsisten membuat para petambak tidak mengalami kesulitan dalam memasarkan komoditas unggulan ini. Hasil panen dilaporkan langsung diserap secara penuh oleh para pelaku usaha eksportir olahan makanan laut (seafood processing) asal Cirebon dan Jakarta.
“Tingkat kelangsungan hidup hingga 92 persen ini merupakan capaian luar biasa. Kami menerapkan standar operasional prosedur (SOP) budidaya yang ketat, mulai dari pengolahan air tambak, pemilihan benur berkualitas, hingga manajemen pakan yang terukur tanpa antibiotik,” ujar pengelola kelompok petambak lokal di Sindangkerta.
Penerapan prinsip Cara Budidaya Ikan yang Baik (CPIB) menjadi kunci utama keberhasilan ekosistem tambak di Cipatujah. Hal ini membuat udang vaname dari Tasikmalaya Selatan memiliki daya saing tinggi untuk memenuhi standar ketat pasar ekspor mancanegara.
Poin Utama Keberhasilan Panen Raya Udang Vaname Cipatujah
- Tingkat Kelangsungan Hidup (SR): Mencapai 92 persen dari total benur yang ditebar.
- Ukuran Komoditas: Masuk kategori ideal size 30ā40 ekor/kg.
- Keamanan Pangan: Bebas residu antibiotik dan ramah lingkungan.
- Pemasaran: Pembelian langsung (farmgate) oleh eksportir Jakarta dan Cirebon.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Pesisir Tasikmalaya Selatan
Keberhasilan panen ini memberikan dampak domino yang positif terhadap peningkatan perekonomian warga di pesisir Cipatujah. Selain mendongkrak pendapatan petambak lokal, aktivitas tambak vaname modern ini turut menyerap tenaga kerja lokal untuk proses pemeliharaan, perawatan fasilitas, panen, hingga distribusi logistik pascapanen.
Masyarakat dan petambak berharap pemerintah daerah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya terus memberikan pendampingan teknis serta memperkuat dukungan infrastruktur penunjang. Keandalan pasokan energi listrik tambak dan aksesibilitas jalan menuju kawasan pesisir menjadi faktor krusial agar kawasan Cipatujah mampu bertransformasi menjadi sentra industri perikanan budidaya nasional yang berkelanjutan di wilayah Priangan Timur.





