KABARTASELA.ID, LONDON — Dele Alli menegaskan bahwa dirinya belum mau mengibarkan bendera putih di panggung sepak bola profesional. Kendati kini tengah menikmati peran baru sebagai kreator konten di platform Twitch, mantan gelandang serang Tottenham Hotspur tersebut menolak opsi pensiun dini dan bertekad merebut kembali tempatnya di level kompetitif tertinggi.
Gelandang berusia 30 tahun itu saat ini berstatus tanpa klub setelah dilepas oleh kontestan asal Italia, Como, pada pengujung 2025 lalu. Walau sudah memasuki usia kepala tiga dan lama menepi dari atmosfer pertandingan resmi, Dele memastikan bahwa semangat juangnya di atas rumput hijau belum padam.
Demi menjaga asa untuk kembali merumput, sang pemain rutin melahap menu latihan guna menjaga kebugaran fisik serta sentuhan bolanya. Dele meyakini bahwa kemampuan olah bolanya belum habis dan siap menyambut tawaran baru sewaktu-waktu ada klub yang bersedia memberi panggung pembuktian.
Di sela-sela perjuangannya mencari pelabuhan anyar, Dele memanfaatkan siaran langsung di Twitch untuk tetap terkoneksi dengan para pendukung. Interaksi positif serta dorongan moral dari para penikmat sepak bola di dunia maya diakuinya menjadi suntikan energi ekstra untuk terus bangkit.
Karier Dele Alli sendiri sempat berada di puncak kejayaan ketika membela Tottenham Hotspur sepanjang 2015 hingga 2022. Sorotan dunia tertuju padanya, terutama pada musim gemilang 2016/2017 kala ia sukses mengukir 18 gol dan sembilan assist dalam 37 laga Premier League.
Sayangnya, laju performa sang gelandang dihantam badai cedera otot dan hamstring yang datang silih berganti. Masalah fisik berkepanjangan itu membuat performanya merosot drastis. Eksperimen membangkitkan karier bersama Everton, Besiktas, hingga Como pun belum membuahkan hasil optimal.
Kini, kendati layar streaming menjadi wahana barunya berbagi cerita, fokus utama Dele Alli tidak bergeser sedikit pun: kembali mengikat tali sepatu dan membuktikan kapasitasnya di kasta tertinggi kompetisi sepak bola.










