KABARTASELA.ID, SEMARANG — Java United langsung tancap gas memperkuat kedalaman skuad menjelang penutupan bursa transfer awal musim BRI Super League 2026/2027. Demi mengangkat performa tim dari papan bawah, Laskar Kepodang Emas resmi mengamankan tanda tangan gelandang serang berpaspor Brasil, Lukas Brambilla.
Pemain berusia 31 tahun tersebut menjadi rekrutan impor ketiga sekaligus amunisi pamungkas yang diboyong Java United pada momentum tenggat waktu transfer. Manajer Java United, Alan Haviludin, menegaskan bahwa kehadiran Brambilla menutup geliat perburuan pemain nonlokal klub untuk putaran awal kompetisi musim ini.
"Lukas menjadi pemain nonlokal terakhir yang direkrut pada bursa transfer awal musim. Semoga kualitas dan pengalamannya bisa membantu perjuangan kami di kompetisi," kata Alan Haviludin.
Jejak karier Lukas terbilang kaya akan jam terbang lintas benua. Gelandang kelahiran 4 Januari 1995 itu tercatat pernah berkiprah di kompetisi domestik Brasil, Finlandia, Yunani, Siprus, Bulgaria, India, hingga Kuwait. Menginjakkan kaki pertama kali di Indonesia, ia menyambut panggung barunya dengan antusiasme tinggi.
"Saya melihat perkembangan Liga Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Sekarang adalah waktu yang tepat dan saya berharap bisa mengukir cerita indah di sini," kata gelandang kelahiran 4 Januari 1995 itu.
Lukas telah tiba di tanah air sejak akhir September lalu dan langsung membaur dalam sesi latihan tim di bawah arahan pelatih Fabio Lefundes. Sang playmaker menegaskan kesiapannya untuk beradaptasi cepat demi mendongkrak poin tim barunya.
"Semua pihak di klub memberikan sambutan luar biasa sehingga memudahkan saya untuk beradaptasi. Saya yakin kami bisa meraih banyak kemenangan musim ini. Saya ingin membantu tim dengan kemampuan serta kualitas yang saya miliki," ujarnya.
Sentuhan magis Lukas memang sangat dinantikan Laskar Kepodang Emas. Dari tiga laga pembuka, Java United belum sekalipun memetik kemenangan usai ditahan imbang Garudayaksa 1-1, serta menelan kekalahan dari Persita Tangerang 2-3 dan Persija Jakarta 0-1. Situasi ini diperberat sanksi pengurangan dua poin di awal musim, yang membuat mereka terjerembap di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan torehan minus satu poin.










