KABARTASELA.ID, JAKARTA — Kemenangan fantastis Timnas Indonesia dengan skor telak 9-2 atas Bangladesh di ajang FIFA ASEAN Cup 2026 terus memantik perhatian besar di Asia Tenggara. Juru taktik Timnas Vietnam, Kim Sang-sik, secara terang-terangan mengaku terperangah melihat pesta gol skuad Garuda yang tersaji di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026) lalu. Hasil luar biasa ini sekaligus memuluskan langkah Indonesia menuju partai final.
Kim Sang-sik mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengintip cuplikan pertandingan bersejarah tersebut. Pelatih asal Korea Selatan itu menilai torehan sembilan gol dalam satu laga merupakan fenomena yang sangat langka di panggung sepak bola modern saat ini.
"Saya sudah menontonnya meskipun sekilas saja. Tentu saja ada sedikit ketegangan atau ribut-ribut dalam pertandingan tersebut. Menurut pandangan saya, pertandingan seperti ini jarang terjadi di dunia sepak bola masa kini,"
Lebih lanjut, nakhoda tim berjuluk The Golden Star tersebut mengapresiasi daya ledak lini serang Indonesia yang melahirkan skor di luar prediksi siapa pun. Baginya, kejutan-kejutan dramatis dan dinamis seperti inilah yang membuat sepak bola selalu menyenangkan untuk dinikmati.
"Seperti yang Anda lihat, mereka mencetak sembilan gol, itu tidak bisa diprediksi. Tapi ya, itulah, itulah mengapa sepak bola itu menyenangkan,"
Di sisi lain, fokus armada Kim Sang-sik kini harus beralih sepenuhnya pada agenda mereka sendiri. Pasalnya, Timnas Vietnam masih menyisakan satu laga krusial dalam perebutan juara ketiga atau Bronze Final menghadapi Malaysia pada Senin (5/10/2026) sore WIB, yang juga akan dihelat di SUGBK.
Kendati bukan partai puncak, juru taktik asal Negeri Gingseng itu menegaskan anak asuhnya tetap mengusung ambisi besar demi membawa pulang kemenangan manis.
"Mengenai Malaysia, mereka memang melakukan banyak perubahan pada skuadnya. Namun, hal itu tidak berpengaruh bagi kami karena kami hanya akan fokus pada persiapan kami sendiri untuk laga mendatang. Walaupun ini laga keempat kami, kami akan menghadapinya dengan pola pikir seperti bermain di partai final,"










