KABARTASELA.ID, Jakarta — Atmosfer sepak bola Asia Tenggara kembali membara! Laga puncak yang paling dinanti, final FIFA ASEAN Cup 2026, siap menyajikan duel klasik berkelas tinggi. Sang tuan rumah, Timnas Indonesia, bakal bentrok dengan rival abadinya, Thailand, dalam perebutan takhta juara di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin (5/10/2026) malam WIB.
Skuad Garuda melangkah ke partai final dengan status juara Grup A setelah sukses mengemas tujuh poin dari tiga pertandingan. Kevin Diks dan kolega berhasil mengungguli Malaysia dalam produktivitas gol demi mengamankan tiket ke partai puncak. Sementara itu, kubu lawan, Thailand, lolos ke final sebagai jawara Grup B dengan torehan enam poin. Tim berjuluk Gajah Perang tersebut sukses mengungguli Vietnam berkat keunggulan head-to-head serta selisih gol.
Pertemuan kedua raksasa ini dipastikan akan berlangsung sengit mengingat sejarah rivalitas panjang mereka yang telah terentang selama hampir 70 tahun. Berdasarkan data historis dari 11v11, Timnas Indonesia dan Thailand tercatat telah saling sikut sebanyak 78 kali di atas lapangan hijau. Dalam puluhan duel klasik tersebut, Thailand memang tampil lebih superior dengan mengemas 37 kemenangan, sedangkan Indonesia baru mengoleksi 25 kali kemenangan. Adapun 16 laga sisa di antaranya berakhir dengan skor sama kuat alias imbang.
Menengok ke belakang, skuad Merah-Putih sejatinya sempat menikmati era keemasan kala mendominasi Thailand pada masa-masa awal pertemuan. Sejak bentrokan perdana di Turnamen Merdeka pada 31 Agustus 1957, Indonesia langsung tancap gas dengan menyapu bersih empat kemenangan beruntun, termasuk kemenangan telak dengan skor mencolok 4-0 dan 6-3. Dominasi tersebut kembali terulang pada periode tahun 1984 hingga 1985, di mana armada Garuda kembali membukukan empat kemenangan beruntun atas sang rival.
Namun, peta kekuatan berubah drastis memasuki milenium baru sejak tahun 2000. Thailand tampil sangat mendominasi dengan mengamankan 10 kemenangan atas Indonesia, sementara tim Garuda hanya mampu mencuri tiga kemenangan saja. Kini, di hadapan publik sendiri di SUGBK, akankah Kevin Diks dkk mampu mematahkan dominasi sejarah tersebut dan merengkuh trofi juara? Layak kita nantikan!










