KABARTASELA.ID, JAKARTA — Tensi panas mulai membakar atmosfer jelang duel pamungkas FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia kontra Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam WIB. Di tengah persiapan memburu trofi bergengsi Asia Tenggara, sorotan tajam tertuju pada teka-teki pemilihan tembok terakhir di bawah mistar gawang asuhan John Herdman.
Persaingan sengit antara dua penjaga gawang kelas wahid, Emil Audero dan Maarten Paes, memantik perdebatan hangat di kalangan pengamat sepak bola nasional. Eks kiper Timnas Indonesia era 1980-an, Hermansyah, secara lugas menyatakan preferensinya kepada Emil Audero berkat kemampuannya mendistribusikan bola.
"Soal teknik, saya kira kualitas Emil Audero dan Maarten Paes seimbang. Tapi Emil Audero punya kelebihan dan ketenangan saat build up. Ini alasan saya condong memilih Emil Audero,"
Kendati Emil kebobolan dua gol saat skuad Garuda menggilas Bangladesh 9-2, Hermansyah menilai kesalahan berada pada kelambatan transisi bertahan. Ia justru menyoroti aksi heroik Emil yang menggagalkan peluang lawan di menit akhir injury time, yang langsung memicu skema serangan balik berbuah gol penutup Indonesia.
"Dua gol itu bukan murni kesalahan Emil Audero. Tapi, karena keterlambatan pemain belakang dalam transisi bertahan. Tapi jangan lupa. Emil Audero melakukan penyelamatan penting di injury time yang berubah serangan balik berbuah gol terakhir penentuan Timnas Indonesia ke final,"
Namun, pandangan berseberangan dilontarkan oleh eks gelandang Timnas Indonesia, Alexander Saununu. Ia lebih condong memilih Maarten Paes untuk starter menghadapi agresivitas lini serang Thailand. Alexander sempat mempertanyakan keputusan rotasi saat kiper Ajax Amsterdam tersebut diistirahatkan ketika melawan Bangladesh, menyusul performa apiknya menahan imbang Malaysia.
"Maarten Paes tampil luar biasa saat imbang dengan Malaysia. Tapi kenapa dia digantikan Emil Audero lawan Bangladesh? Apakah ini strategi John Herdman agar Maarten Paes cooling down dulu. Dan, dia memasang Emil Audero agar merasakan atmosfer tekanan turnamen ini supaya feeling-nya tetap terjaga,"
Alexander tetap menaruh harapan besar agar John Herdman tidak salah langkah dalam menunjuk palang pintu terakhir pada laga penentuan gelar juara tersebut.
"Meski keputusan ada di tangan John Herdman, kalau saya masih cenderung pada Maarten Paes. Harapan saya semoga John Herdman tak salah pilih untuk posisi kiper nanti,"
Kini, keputusan krusial berada di tangan sang juru taktik. Menghadapi gempuran The Elephant Warriors, siapakah yang akhirnya dipercaya John Herdman berdiri di bawah mistar gawang Garuda?










