KABARTASELA.ID, LIVERPOOL — Manchester City tampil beringas saat melakoni laga tandang sarat gengsi di markas Liverpool, Stadion Anfield, Minggu (11/10/2026). The Citizens sukses memetik poin penuh setelah melumat tuan rumah dengan skor meyakinkan 3-0. Kendati papan skor mencatat keunggulan mutlak, bomber andalan City, Erling Haaland, mengakui duel panas tersebut menyajikan perang urat syaraf yang luar biasa melelahkan.
City sejatinya mengantongi modal berharga setelah gelandang The Reds, Ryan Gravenberch, menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah. Unggul jumlah pemain nyatanya tak serta-merta membuat laga berjalan mudah bagi tim tamu. Tembok pertahanan Liverpool sempat membuat frustrasi hingga City harus bersabar lebih dari 60 menit sebelum akhirnya memecah kebuntuan di tengah gemuruh teror pendukung tuan rumah.
Erling Haaland menjadi sosok pemecah kebuntuan lewat lesakan gol pembukanya. Gelombang serangan The Citizens kian tak terbendung ketika dua pemain pengganti, Jeremy Doku dan Rayan Cherki, mencatatkan nama mereka di papan skor untuk menyempurnakan pesta tiga gol tanpa balas di kandang sang rival abadi.
Seusai duel tensi tinggi tersebut, Haaland melontarkan sanjungan atas determinasi dan ketangguhan rekan-rekan setimnya yang mampu meredam atmosfer panas Anfield pasca-jeda kompetisi internasional.
"Tadi adalah pertandingan yang sulit, pertandingan yang berat. Namun, kami menunjukkan karakter yang luar biasa dari lini depan sampai belakang. Sangat bangga dengan semua orang,"
Penyerang jangkung asal Norwegia itu menambahkan bahwa fokus seluruh pemain adalah tampil konsisten dan menjaga mentalitas juara di setiap laga yang dihadapi.
"Anda ingin memenangi banyak pertandingan, sesederhana itu saja. Bermain dengan bagus, memainkan sepakbola yang bagus, dan memenangi permainan,"
Bagi Haaland, kunci utama kemenangan telak ini terletak pada kekompakan skuad yang tidak terpecah meski kondisi fisik terkuras akibat tugas negara.
"Tadi itu adalah sebuah pertarungan mental, tidak pernah mudah kembali dari laga internasional. Aku merasa bangga karena kami tetap bersatu, kami kuat secara mental. Ada banyak pertandingan di depan, jadi sekarang waktunya memulihkan tenaga dan mulai lagi,"










