Setelah melalui proses pencarian dan evakuasi yang dramatis di ruang terbatas (confined space), jasad korban akhirnya berhasil diangkat ke permukaan oleh tim SAR gabungan pada Selasa (29/9/2026) malam sekira pukul 23.00 WIB.
Peristiwa tersebut bermula saat korban tengah melakukan aktivitas menggali sumur sejak Selasa siang sekira pukul 14.00 WIB. Namun hingga pukul 16.30 WIB, korban tak kunjung keluar dari kedalaman lubang sumur.
Dugaan kuat korban terperosok dan tertimbun semakin mencuat setelah warga sekitar menemukan sejumlah perkakas kerja serta pecahan beton penutup sumur berada di dasar lubang. Warga setempat sempat berupaya melakukan pertolongan awal sebelum akhirnya melaporkan insiden darurat tersebut secara berjenjang.
Menerima laporan resmi sekira pukul 19.00 WIB, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bandung langsung bertindak cepat dengan menerjunkan tim rescue dari Pos SAR Tasikmalaya menuju titik kejadian di Kecamatan Salawu.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana, S.A.P., M.Si., mengonfirmasi pengerahan personel beserta armada pendukung menuju lokasi.
"Setelah menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan Pos SAR Tasikmalaya dan perangkat Desa Jahiang. Selanjutnya, satu tim rescue kami berangkat menuju lokasi untuk melaksanakan operasi SAR dan melakukan pencarian terhadap korban," terang Ade Dian Permana.
Tim rescue Pos SAR Tasikmalaya bergerak dari markas pada pukul 19.10 WIB menggunakan Rescue Car. Tiba di lokasi sekira pukul 19.40 WIB, lima personel SAR yang diterjunkan langsung membawa peralatan evakuasi medan khusus, seperti peralatan Palsar CSR (Confined Space Rescue), perlengkapan HART (High Angle Rescue Technique), alat ukur deteksi gas beracun, serta Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.
Proses evakuasi berlangsung cukup rumit dan membutuhkan kehati-hatian ekstra mengingat sempitnya diameter sumur serta adanya material pecahan beton yang menimbun korban.
Setelah berjuang selama beberapa jam bersama unsur TNI, Polri, perangkat desa, serta warga sekitar, jasad Amin berhasil dievakuasi dari dasar sumur sekitar pukul 23.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban selanjutnya diserahterimakan kepada pihak keluarga untuk dipulasara.
Atas kejadian ini, Pihak Basarnas Imbauan mengimbau seluruh masyarakat agar senantiasa menerapkan standar keselamatan kerja (K3) yang ketat, terutama saat beraktivitas di dalam ruang bawah tanah atau kedalaman sumur yang berisiko tinggi.










