KABARTASELA.ID, Jakarta — PT Geo Dipa Energi (Persero) mengamankan suntikan modal berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1,3 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Alokasi dana ini disiapkan untuk mendukung pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang saat ini tengah memasuki tahapan konstruksi.
Direktur Utama Geo Dipa Energi, Yudistian Yunis, menjelaskan bahwa dana PMN tersebut akan difungsikan sebagai porsi ekuitas perusahaan. Ekuitas ini sangat dibutuhkan guna mendampingi pinjaman yang diperoleh dari Asian Development Bank (ADB) dalam membiayai proyek berjalan.
"Untuk proyek yang hari ini yang sedang konstruksi, kami dapat PMN dari pemerintah dari APBN nilainya sekitar Rp1,3 triliun, itu sebagai equity untuk pendampingan pinjaman dari ADB,"
Menurut Yudistian, kepemilikan modal sendiri menjadi syarat mutlak ketika perusahaan mengajukan pinjaman untuk membiayai proyek infrastruktur energi. Meski demikian, badan usaha milik negara ini menegaskan komitmennya untuk tidak terus-menerus bergantung pada dana APBN di masa mendatang.
Saat ini, Kementerian Keuangan sedang merancang regulasi baru agar dana yang dikelola oleh Special Mission Vehicle (SMV) dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan sektor energi. Langkah ini dinilai strategis agar APBN dapat lebih fokus dialokasikan pada pembangunan infrastruktur sosial dan kepentingan pelayanan publik lainnya.
Selain PMN dan pembiayaan melalui skema SMV, Geo Dipa juga tengah mempersiapkan langkah pendanaan kreatif (creative financing) melalui rencana penerbitan obligasi atau surat utang (bond). Yudistian membandingkan langkah ini dengan skema penawaran umum perdana atau IPO yang dilakukan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO).
"Kalau PGE itu yang dilakukan IPO, IPO sehingga hampir 30 persen saham PGE itu dimiliki private sehingga akhirnya private punya pengaruh di sana. Tapi kalau bond seperti yang sudah terjadi banyak kayak PLN, dia terbitkannya bond, jadi dia punya kewajiban untuk menyertakan kuponnya nanti,"
Penerbitan obligasi dinilai lebih menguntungkan bagi Geo Dipa karena kendali dan pengelolaan internal perusahaan tetap terjaga sepenuhnya tanpa intervensi pihak luar. Perseroan menargetkan proses kajian mendalam terkait waktu pelaksanaan dan nilai emisi obligasi ini akan mulai berjalan pada tahun depan.










