KABARTASELA.ID, SOREANG — Atmosfer panggung sepak bola Kota Kembang kembali menyapa Daisuke Sato. Kendati tim nasional Filipina harus bertekuk lutut 0-1 dari Vietnam pada laga pembuka Grup B FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu lalu, kepulangan Sato menyisakan kehangatan emosional tersendiri.
Mantan penggawa Persib Bandung periode 2022-2024 tersebut tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya kembali menapakkan kaki di Bandung. Meski tak masuk dalam susunan pemain The Azkals pada laga perdana tersebut, sambutan riuh dari para suporter di tribune membuat bek berusia 32 tahun itu merasa seperti pulang ke rumah sendiri.
"Rasanya luar biasa bisa kembali lagi. Orang-orang menyambut saya kembali. Saya sangat senang bisa berada di sini lagi. Saat mendengar Filipina akan main di Bandung, saya sangat bersemangat. Saya menyebut tempat ini sudah seperti rumah kedua bagi saya,"
Kerinduan publik Bandung tak hanya tertuju pada Sato, tetapi juga pada Kevin Mendoza. Gemuruh teriakan nama kedua pemain tersebut terus terdengar dari tribune seusai peluit panjang dibunyikan. Sato mengungkapkan bahwa dirinya dan Mendoza sudah memperkirakan bakal mendapat sambutan hangat dari masyarakat Bandung yang selalu memiliki ikatan istimewa dengan mereka.
Berbicara mengenai tensi laga di atas rumput hijau, pemain yang kini berkostum klub One Taguig tersebut menilai The Azkals sebenarnya tampil mendominasi permainan dan layak mendapatkan hasil lebih baik dibanding kekalahan tipis dari Vietnam. Namun, ia meminta rekan-rekannya tidak larut dalam kekecewaan dan segera mengalihkan fokus ke laga tersisa.
"Saya pikir kami pantas mendapatkan lebih dari hasil hari ini. Saya percaya kami mendominasi pertandingan dan kami adalah tim yang lebih baik. Kami masih memiliki dua pertandingan lagi. Jadi, kami harus tetap menegakkan kepala, bangkit, lebih kuat, kemudian mengalahkan Pakistan dan Thailand,"
Filipina kini bertekad menyapu bersih dua laga tersisa di fase grup untuk mengamankan langkah mereka di turnamen bergengsi antarnegara Asia Tenggara ini.










