29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)

Redam Gejolak BBM Global, G7 Sepakati Pelepasan 100 Juta Barel Cadangan Solar Darurat

Langkah strategis diambil guna menstabilkan harga energi di tengah memanasnya konflik Timur Tengah dan serangan terhadap kilang Rusia.

Redaksi kabartasela.id
Redaksi kabartasela.id
Super Admin•Minggu, 4 Oktober 2026 • 08:30 WIB•251x dibaca
Negara anggota G7 sepakat lepas cadangan solar darurat.
Negara anggota G7 sepakat lepas cadangan solar darurat.📷 Sumber Terkait
Single Article - Top Banner

KABARTASELA.ID, JAKARTA — Negara-negara anggota Group of Seven (G7) resmi menyepakati langkah taktis dengan menggelontorkan 100 juta barel cadangan solar (diesel) dari persediaan darurat mereka. Kebijakan ini diambil demi menekan lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) di pasar global yang kian tidak terkendali.

Pelepasan pasokan cadangan berskala besar ini dijadwalkan bakal dimulai dalam waktu dekat dan akan berlangsung selama empat bulan. Pada 20 hari pertama, penyaluran pasokan akan diprioritaskan di bawah koordinasi ketat Badan Energi Internasional (IEA).

Keputusan bersama ini lahir setelah pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mendesak negara-negara Eropa untuk segera mendayagunakan cadangan solar mereka. Langkah kolaboratif ini menjadi solusi jalan tengah sekaligus membatalkan rencana awal AS yang sempat mempertimbangkan larangan ekspor solar demi menjaga kestabilan harga di dalam negeri mereka sendiri.

Kebutuhan intervensi pasar ini kian mendesak setelah harga eceran solar di AS menyentuh angka rata-rata US$ 6,37 atau setara Rp 93.000 per galon (menggunakan asumsi kurs Rp 17.890) pada Jumat (2/10/2026). Tingginya harga minyak dunia dipicu oleh gangguan rantai pasok pascaserangan militer Ukraina ke sejumlah kilang minyak Rusia serta meluasnya konflik bersenjata di Timur Tengah yang melibatkan Iran.

Iklan

Ketergantungan Eropa terhadap suplai energi AS tercatat sangat tinggi. Data dari IEA menunjukkan bahwa AS berkontribusi menyuplai hampir separuh dari seluruh impor solar Uni Eropa sepanjang Agustus lalu. Merespons kondisi sensitif ini, Komisaris Perdagangan Uni Eropa, Maroos Sefcovic, menekankan pentingnya menjaga kestabilan jalur perdagangan transatlantik tersebut.

"Kolaborasi dengan AS untuk menurunkan harga solar serta produk migas lainnya sangat penting karena pembatasan ekspor oleh AS justru bisa memukul balik perekonomian Eropa."

Selain menyepakati pencairan cadangan solar, para pemimpin negara anggota G7 juga berkomitmen penuh untuk tidak memberlakukan hambatan ekspor energi antarsesama anggota. Mereka mengimbau seluruh produsen energi di tingkat global untuk menghindari kebijakan larangan ekspor yang dapat memperburuk volatilitas pasar global.

Langkah taktis pelepasan cadangan ini melengkapi upaya darurat sebelumnya pada Maret lalu, di mana negara-negara anggota IEA telah menyalurkan 400 juta barel minyak mentah dan produk olahannya untuk menutupi kelangkaan akibat eskalasi konflik dengan Iran. Dalam komitmen sebelumnya tersebut, AS menyumbang porsi terbesar yakni 172 juta barel minyak mentah, disusul Asia-Oseania sebanyak 108 juta barel, serta Eropa sebesar 107 juta barel cadangan darurat.

Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
Redaksi kabartasela.id
Penulis Berita

Redaksi kabartasela.id

Super Admin
"Lead Web & System Administrator Kabar Tasela. Bertanggung jawab atas pengelolaan teknologi, distribusi konten digital, dan pengembangan ekosistem media siber yang cepat, aman, dan tepercaya"
72 Artikel DiterbitkanBergabung Sabtu, 22 Agustus 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...