Kegiatan yang bertempat di Aula Bapelitbangda Kota Tasikmalaya, Kamis (17/9/2026) tersebut diikuti oleh 200 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan tenaga pendidik tingkat SD/MI hingga SMA/SMK/MA sederajat se-Kota Tasikmalaya.
Pencanangan GENIUS dinilai kian krusial mengingat masih tingginya gap antara akses layanan keuangan dan pemahaman masyarakat. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan nasional berada di angka 69,57 persen dengan inklusi mencapai 93,61 persen. Sementara di kalangan pelajar dan mahasiswa, indeks literasi berada pada level 62,72 persen dan inklusi sebesar 92,76 persen.
Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, menegaskan pentingnya pembekalan bagi para guru agar mampu menjadi teladan dan penggerak kecakapan finansial bagi para murid.
"GENIUS bukan sekadar mengajarkan anak tentang uang, tetapi mempersiapkan mereka agar mampu mengambil keputusan keuangan yang benar untuk masa depannya. Karena itu, fondasinya harus kita kuatkan mulai dari tenaga pendidik. Ketika guru memiliki kecakapan keuangan dan mampu menjadi teladan, pengetahuan tersebut dapat diteruskan kepada ratusan bahkan ribuan anak," papar Nofa.
Hingga tahun 2026, jangkauan program GENIUS di wilayah kerja OJK Tasikmalaya telah menyasar lebih dari 13 ribu pelajar di sedikitnya 36 sekolah se-Priangan Timur, termasuk Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Sekolah Rakyat.
Melalui program ini, para peserta dibekali materi pengelolaan keuangan, budaya menabung, hingga kewaspadaan terhadap ancaman maraknya pinjaman online (pinjol) ilegal, penipuan digital, dan judi online (judol). Sebagai penguat ekosistem, OJK Tasikmalaya juga mendorong pembentukan Duta Literasi Keuangan atau Guru Penggerak Literasi Keuangan di tiap sekolah.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program GENIUS.
"Anak-anak kita hari ini tumbuh di tengah kemudahan akses layanan keuangan yang luar biasa. Karena itu, tugas kita bukan hanya membuka akses, tetapi memastikan mereka memiliki pengetahuan, kehati-hatian, dan kemampuan mengambil keputusan keuangan yang benar," ujar Viman.
Agenda ini turut dihadiri Analis Pendidikan KCD Wilayah XII Rachmat Agus Sandi, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, PGRI, bank bjb, PT Pegadaian, serta jajaran pemangku kepentingan sektor keuangan daerah.










