KABARTASELA.ID, Kota Tasikmalaya ā Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya secara resmi menyerahkan 220 unit becak listrik bantuan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) pada Selasa (8/9/2026). Penyerahan bantuan armada ramah lingkungan bernilai total sekitar Rp5 miliar ini ditujukan khusus bagi para penarik becak lansia di Kota Tasikmalaya.
Prosesi penyerahan bantuan dipusatkan di Halaman Bale Kota Tasikmalaya pada Selasa sore. Program sosial ini menyasar pengayuh becak yang telah berusia di atas 55 tahun, baik bagi pemilik armada pribadi maupun pengemudi dengan sistem sewa.
Dorong Kesejahteraan dan Produktivitas Penarik Becak Lansia
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan, menyampaikan apresiasinya atas perhatian jajaran pemerintah pusat terhadap kesejahteraan para pekerja rentan di daerahnya.
"Alhamdulillah ada 220 penerima manfaat. Bapak Presiden menginginkan agar para pencari nafkah lansia di atas 55 tahun bisa bekerja dengan lebih nyaman dan produktivitas mereka dapat bertahan lebih lama," ujar Viman di Bale Kota Tasikmalaya.
Viman menjelaskan, 220 unit becak listrik tersebut sebelumnya disimpan sementara di Markas Brigif Raider 13/Galuh Kostrad sebelum disalurkan. Dengan estimasi harga per unit mencapai Rp23 juta, total alokasi nilai bantuan tersebut menembus angka kurang lebih Rp5 miliar.
Bimbingan Teknis dan Sinergi Program "Rabu Biru"
Sebelum resmi diserahterimakan kepada para penerima manfaat, pihak Pemkot Tasikmalaya terlebih dahulu memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) serta pelatihan tata cara pengoperasian kendaraan listrik pada Senin (7/9/2026) kemarin.
"Kemarin kita berikan pelatihan atau Bimtek terlebih dahulu kepada para penerima manfaat. Karena dari yang semula dikayuh secara manual, kini beralih menggunakan tenaga listrik," ungkap Viman.
Lebih jauh, Viman menegaskan bahwa operasional becak listrik ini ke depan bakal dikawinkan dengan program prioritas Pemkot Tasikmalaya, salah satunya gerakan "Rabu Biru", yang digalakkan demi meminimalisir emisi bahan bakar fosil serta menekan ketergantungan kendaraan pribadi.
"Pada program Rabu Biru, kita ingin menekan polusi udara dan penggunaan BBM fosil. Nanti para Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat memanfaatkan jasa para penarik becak listrik ini untuk mobilitas operasional tertentu, sehingga perputaran ekonomi warga lansia turut terangkat," pungkas Viman.
Melalui bantuan becak listrik ini, Pemkot Tasikmalaya optimistis kualitas hidup dan taraf kesejahteraan para pengayuh becak lansia dapat meningkat seiring dengan terwujudnya penataan transportasi perkotaan yang hijau dan berkelanjutan.










