29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)

Pemerintah Rancang Program Pembagian HP Gratis Berisi Rekening Digital bagi Warga

Upaya memperluas inklusi keuangan serta transformasi penyaluran bansos secara langsung dan non-tunai

Rahmat Hidayat, S.Sos
Rahmat Hidayat, S.Sos
Wartawan Tasela•Rabu, 14 Oktober 2026 • 12:33 WIB•267x dibaca
Ilustrasi telepon genggam dengan aplikasi perbankan digital.
Ilustrasi telepon genggam dengan aplikasi perbankan digital.📷 Sumber Terkait
Single Article - Top Banner

KABARTASELA.ID, JAKARTA — Pemerintah tengah mematangkan rencana kebijakan strategis untuk mendistribusikan telepon genggam (HP) secara cuma-cuma kepada masyarakat. Fasilitas gawai tersebut nantinya akan langsung terintegrasi dengan akses rekening bank digital guna mempercepat pemerataan akses layanan keuangan nasional.

Kabar mengenai terobosan ini diungkapkan langsung oleh Dewan Penasihat Prasasti, Hashim Djojohadikusumo, dalam forum Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di The Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026). Ia memaparkan bahwa langkah digitalisasi ini dipersiapkan sebagai jembatan untuk mendata dan merangkul kegiatan ekonomi informal masyarakat yang selama ini belum terjangkau sistem keuangan formal.

"Setiap warga negara akan diberikan telepon genggam dengan rekening digital. Seluruh dana akan berada di sana dan dikirimkan ke rekening masing-masing," kata Hashim.

Melalui integrasi rekening pada ponsel tersebut, skema distribusi bantuan sosial dari pemerintah pusat ke depannya dipastikan beralih sepenuhnya ke metode non-tunai. Seluruh alokasi dana bantuan akan ditransfer secara langsung oleh Kementerian Keuangan menuju rekening digital milik setiap penerima manfaat.

Iklan

"Semua bantuan dari pemerintah tak lagi berbentuk tunai, tapi dikirim oleh pak Juda (Wamenkeu Juda Agung) dan Kementerian Keuangan langsung ke masyarakat melalui ponsel mereka," terang Hashim.

Hashim menguraikan, data Bank Dunia mencatat bahwa sedikitnya 30 persen populasi di Tanah Air belum terhubung dengan industri perbankan (unbanked). Berdasarkan hasil rapat kabinet, pemerintah menugaskan dua entitas perbankan besar, yaitu Bank Syariah dan Bank Rakyat Indonesia (BRI), untuk memfasilitasi pembukaan rekening digital massal tersebut.

"Saya menghadiri rapat kabinet yang memutuskan bahwa dua bank, Bank Syariah dan Bank Rakyat, diberi tugas untuk menyediakan rekening bank bagi 30% penduduk Indonesia yang belum memiliki rekening," tuturnya.

Pemerintah juga memastikan biaya administrasi pembukaan rekening awal sebesar Rp50.000 akan ditanggung alias gratis. Fasilitas rekening dan ponsel pintar ini ditujukan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah berusia 17 tahun ke atas serta memiliki e-KTP sah.

Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
Rahmat Hidayat, S.Sos
Penulis Berita

Rahmat Hidayat, S.Sos

Wartawan / Reporter Lapangan
"Jurnalis ekonomi kabartasela.id yang menyajikan analisis keuangan, geliat UMKM, serta peluang investasi melalui informasi yang lugas dan terverifikasi."
18 Artikel DiterbitkanBergabung Selasa, 6 Oktober 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...