KABARTASELA.ID ā Narasi mengenai letusan dahsyat Gunung Krakatau Purba yang membelah Pulau Jawa dan Sumatra hingga kini masih sering beredar di tengah masyarakat. Banyak yang meyakini bahwa bentang alam Selat Sunda tercipta secara instan akibat ledakan katastropik gunung api tersebut. Namun, dari kacamata ilmu geologi, anggapan tersebut dipastikan kurang tepat.
Proses terpisahnya Pulau Jawa dan Sumatra sejatinya bukanlah dampak dari satu kali letusan gunung berapi, melainkan hasil dari aktivitas tektonik kompleks yang telah berlangsung selama jutaan tahun.
Aktivitas Tektonik Lempeng Jutaan Tahun
Di sebelah selatan Pulau Jawa dan barat Pulau Sumatra terdapat zona subduksi aktif. Di kawasan ini, Lempeng Indo-Australia terus bergerak dan menunjam ke bawah Lempeng Sunda. Pergerakan raksasa di bawah kerak bumi inilah yang membentuk berbagai struktur geologi di kawasan Priangan hingga kawasan Selat Sunda.
Proses tektonik ini memicu pembentukan cekungan, retakan, serta jalur vulkanik di kawasan Selat Sunda, yang pada akhirnya memisahkan daratan Jawa dan Sumatra menjadi dua pulau yang terpisah oleh batas laut.
Urutan Kronologi Geologi yang Tepat
Aktivitas magma yang berkaitan erat dengan zona subduksi tersebut kemudian melahirkan jalur gunung api di sekitarnya, termasuk kompleks Gunung Krakatau. Oleh karena itu, urutan peristiwa geologi yang benar adalah sebagai berikut:
- Pergerakan Tektonik Lempeng: Pergerakan lempeng tektonik yang berlangsung selama jutaan tahun membentuk dan merombak struktur kawasan Selat Sunda.
- Pembentukan Selat Sunda: Terbentuknya cekungan dan jalur laut yang memisahkan daratan Jawa dan Sumatra.
- Aktivitas Vulkanik Berkembang: Munculnya jalur-jalur magma di sepanjang zona retakan tektonik.
- Kelahiran Kompleks Krakatau: Kemunculan kompleks gunung api Krakatau di kawasan yang secara struktur geologi sudah terbentuk sebelumnya.
Krakatau Adalah Hasil, Bukan Penyebab Utama
Dengan demikian, Gunung Krakatau bukanlah penyebab utama lahirnya Selat Sunda atau terpisahnya Jawa dan Sumatra. Kehadiran gunung api tersebut justru merupakan bagian dari dinamika geologi kawasan Selat Sunda yang sudah memiliki sejarah tektonik dan vulkanik sangat panjang.
"Krakatau adalah bagian dari cerita geologi Selat Sunda, bukan penyebab utama lahirnya Selat Sunda itu sendiri."
Berdasarkan catatan ilmiah geologi, klaim bahwa 'Krakatau Purba membelah Jawa dan Sumatra' sebaiknya tidak lagi diyakini sebagai fakta sejarah bumi. Masyarakat diimbau untuk mematuhi penjelas akademis berbasis bukti sains geologi dalam memahami pembentukan bentang alam di Nusantara.








