29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)

Menyusuri Palatar Agung: Surga Tersembunyi di Batas Samudra dan Tradisi Mancing Pangandaran

Menikmati sensasi tarikan joran di muara Citanduy berlatar Nusakambangan bersama nelayan lokal Desa Pamotan.

Neng Maya Lestari, S.Pd
Neng Maya Lestari, S.Pd
Wartawan Tasela•Jumat, 16 Oktober 2026 • 12:15 WIB•156x dibaca
Aktivitas perahu nelayan menyusuri muara Palatar Agung Pangandaran.
Aktivitas perahu nelayan menyusuri muara Palatar Agung Pangandaran.📷 Sumber Terkait
Single Article - Top Banner

KABARTASELA.ID, PANGANDARAN — Riak air muara Sungai Citanduy berkilau keemasan disapa fajar ketika sebuah perahu kayu tradisional perlahan membelah ketenangan. Di kejauhan, siluet tebing Pulau Nusakambangan berdiri megah, membentengi hamparan air payau yang menjadi saksi denyut kehidupan bahari di pesisir Palatar Agung. Tersembunyi di tepian Desa Pamotan, sudut sunyi Kabupaten Pangandaran ini menawarkan sebuah petualangan autentik yang jauh dari riuh wisata pesisir biasa.

Palatar Agung bukan sekadar titik temu aliran sungai dan lautan lepas, melainkan panggung tradisi yang telah teruji waktu. Di sini, pengunjung tidak diperkenankan melaut sendirian dengan perahu sewaan tanpa didampingi warga lokal. Tradisi mengarungi muara bersama nelayan setempat bukan hanya menghidupkan urat nadi ekonomi warga, melainkan juga menjaga keselamatan pelancong saat menembus perairan yang dinamis.

Daya pikat perairan ini memikat banyak pelancong dari berbagai daerah, termasuk pehobi joran dari Cilacap, Jawa Tengah. Mereka datang demi merasakan sensasi tarikan ikan monster muara maupun sekadar melepas penat dengan metode tangkap-lepas.

Iklan

Ketua Pokdarwis Pamotan, Tigor, mengungkapkan bahwa kawasan ini memang telah melegenda bagi kalangan pehobi mancing.

"Di sini sudah sejak lama menjadi wisata pancing, karena sudah sejak lama spot menarik mencari ikan-ikan besar. Wisatawannya beda-beda karena mungkin hobi ada pemancing yang dapat ikan besar dilepas kembali, seperti di mancing mania,"

Keelokan panorama deretan pesisir Pangandaran yang beradu dengan bentang alam Nusakambangan membuat perairan ini aman dan bersahabat, bahkan untuk pemula sekalipun. Sensasi kian sempurna kala hasil tangkapan dapat langsung dibakar di atas perahu menggunakan perlengkapan yang disiapkan pemandu.

"Memang tingkat keamanan berisiko, saya selalu ingatkan agar nelayan siapkan jaket pelampung bagaimana pun kondisi laut sulit diprediksi. Alhamdulillah sampai hari ini selalu selamat,"

Panduan Informasi Praktis Wisata Palatar Agung:

  • Lokasi: Muara Palatar Agung, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat (berbatasan langsung dengan Cilacap dan berhadapan dengan Pulau Nusakambangan).
  • Aktivitas Utama: Wisata mancing muara, susur sungai perahu tradisional, kuliner bakar ikan di atas perahu, dan wisata tangkap-lepas.
  • Tarif Sewa Perahu: Mulai dari Rp150.000 hingga Rp500.000, serta paket keliling pesisir Palatar Agung hingga Rp1.000.000 tergantung durasi dan rute penjelajahan.
  • Aturan & Tips Liburan: Pengunjung wajib dipandu nelayan lokal demi faktor keselamatan navigasi, dilarang membawa perahu sendiri tanpa pendampingan, serta selalu kenakan jaket pelampung (life jacket) selama berada di perairan.
Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
Neng Maya Lestari, S.Pd
Penulis Berita

Neng Maya Lestari, S.Pd

Wartawan / Reporter Lapangan
"Wartawan kabartasela.id yang mengeksplorasi keindahan destinasi wisata, tradisi masyarakat adat, dan kekayaan warisan budaya nusantara."
39 Artikel DiterbitkanBergabung Kamis, 20 Agustus 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...