29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)

Menyusuri Lorong Waktu di Museum Sri Baduga: Menemukan Jiwa Bumi Pasundan yang Tersembunyi

Menjelajahi keindahan estetis ribuan koleksi bersejarah tanah Sunda dalam balutan suasana hangat nan menenangkan di jantung Kota Bandung

Neng Maya Lestari, S.Pd
Neng Maya Lestari, S.Pd
Wartawan Tasela•Rabu, 7 Oktober 2026 • 18:15 WIB•260x dibaca
Suasana hangat ruang pameran sejarah di Museum Sri Baduga.
Suasana hangat ruang pameran sejarah di Museum Sri Baduga.📷 Sumber Terkait
Single Article - Top Banner

KABARTASELA.ID, Bandung — Di tengah hiruk-pikuk Kota Kembang, terdapat sebuah tempat sunyi di mana waktu seolah berhenti berputar, membiarkan lembaran-lembaran sejarah masa lalu berbisik lembut kepada siapa saja yang sudi mendengarnya. Museum Sri Baduga, yang berdiri anggun tidak jauh dari rimbunnya Lapangan Tegalega, adalah pintu gerbang magis untuk menyelami kekayaan peradaban Jawa Barat yang tiada tara.

Melangkah masuk ke area museum ini bagaikan memulai sebuah penjelajahan melintasi dimensi waktu. Bangunan yang kini menyimpan memori kolektif masyarakat Sunda ini dahulunya merupakan bekas kantor Kawedanan Tegallega yang telah berdiri kokoh sejak tahun 1974. Atas prakarsa Daoed Joesoef, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kala itu, gedung bersejarah ini resmi bersulih rupa menjadi Museum Negeri Provinsi Jawa Barat pada 5 Juni 1980. Nama 'Sri Baduga' sendiri disematkan pada tahun 1990 sebagai bentuk penghormatan luhur kepada raja agung dari Pakuan Pajajaran, Sri Baduga Maharaja, sosok legendaris yang keagungannya abadi terpahat pada Prasasti Batutulis.

Di dalam gedung berlantai tiga ini, petualangan estetis Anda dimulai dari lantai pertama. Di sini, pengunjung disambut oleh harmoni sejarah alam prasejarah. Fosil-fosil purba, deretan batuan vulkanik, mineral bumi, hingga replika rangka makhluk hidup tertata apik secara tematik. Suasana temaram yang hangat menuntun langkah Anda melihat bagaimana manusia purba di tanah Sunda pertama kali berinteraksi dengan alam sebelum mereka mengenal teknologi modern.

Iklan

Menapaki tangga menuju lantai berikutnya, nuansa kebudayaan terasa semakin kental dan hidup. Lantai kedua dan ketiga menjadi panggung bagi lebih dari 6.700 koleksi yang dikelompokkan ke dalam sepuluh klasifikasi ilmiah. Di sudut-sudut ruangan, mata Anda akan dimanjakan oleh keindahan arca Hindu-Buddha, peninggalan masa kejayaan Islam, hingga jejak-jejak era kolonial. Ada pula koleksi numismatika yang memamerkan alat tukar kuno, serta heraldika berupa lambang dan stempel resmi masa lalu.

Bagi pencinta sastra dan seni, museum ini menyimpan koleksi filologika berupa naskah-naskah kuno yang ditulis di atas daun lontar dan kertas usang—menjadi saksi bisu kecerdasan leluhur Sunda. Kehangatan budaya kian terasa saat Anda melihat deretan pakaian adat yang anggun, alat musik tradisional yang seolah siap melantunkan nada syahdu, serta koleksi batik dan tenun bernilai seni tinggi yang menggambarkan denyut nadi kehidupan masyarakat Jawa Barat dari masa ke masa.


Informasi Praktis untuk Kunjungan Anda:

  • Lokasi: Jalan BKR No. 185, Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung (sangat dekat dengan Lapangan Tegalega).
  • Hari Operasional: Terbuka untuk umum setiap hari Selasa hingga Minggu (Senin tutup).
  • Harga Tiket: Sangat murah dan ramah di kantong, menjadikannya destinasi wisata edukasi favorit bagi keluarga dan pelajar.
  • Koleksi Unggulan: Terdapat lebih dari 6.700 koleksi yang terbagi dalam 10 klasifikasi (seperti geologika, etnografika, filologika, hingga seni rupa).
  • Tips Wisata: Pastikan untuk memeriksa kembali jam operasional dan tarif masuk terbaru sebelum berangkat demi kenyamanan liburan Anda.
Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
Neng Maya Lestari, S.Pd
Penulis Berita

Neng Maya Lestari, S.Pd

Wartawan / Reporter Lapangan
"Wartawan kabartasela.id yang mengeksplorasi keindahan destinasi wisata, tradisi masyarakat adat, dan kekayaan warisan budaya nusantara."
39 Artikel DiterbitkanBergabung Kamis, 20 Agustus 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...