29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)

Mendag Budi Santoso Dorong Lahirnya 'Smart Traders' Lewat Bulan Literasi PBK 2026

Melalui edukasi intensif di lima kota besar, Kemendag dan Bappebti menargetkan 1,5 juta peserta memahami risiko perdagangan berjangka.

Rahmat Hidayat, S.Sos
Rahmat Hidayat, S.Sos
Wartawan Tasela•Jumat, 9 Oktober 2026 • 11:55 WIB•232x dibaca
Menteri Perdagangan RI Budi Santoso saat meresmikan Bulan Literasi PBK 2026 di Jakarta.
Menteri Perdagangan RI Budi Santoso saat meresmikan Bulan Literasi PBK 2026 di Jakarta.📷 Sumber Terkait
Single Article - Top Banner

KABARTASELA.ID, Jakarta — Kementerian Perdagangan Republik Indonesia resmi membuka agenda Bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) 2026 pada Jumat (9/10/2026) di Jakarta. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya mendorong lahirnya nasabah cerdas atau smart traders yang melek digital dan mampu meminimalkan risiko transaksi di tengah pesatnya perkembangan teknologi finansial.

Mengusung tema "Smart Traders, Wise Choices: Navigating Commodity Futures in the Digital Era", kegiatan tahunan keempat yang diinisiasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ini bertujuan memperkuat fondasi proteksi publik. Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, menekankan pentingnya penguatan literasi agar masyarakat memiliki benteng pertahanan dari godaan keuntungan instan dan tidak realistis.

"Transformasi digital telah mempermudah akses masyarakat terhadap informasi dan instrumen perdagangan. Masyarakat perlu menjadi digital traders sekaligus smart traders yang membekali diri dengan penguatan literasi. Traders yang cerdas mampu mengambil keputusan bijak dan tidak mudah tergiur janji keuntungan," ujar Budi Santoso.

Sementara itu, Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya memaparkan bahwa pertumbuhan industri PBK nasional yang positif harus selalu dibarengi dengan komitmen pengawasan ketat. Salah satunya melalui pemahaman regulasi baru, yakni implementasi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 yang mengubah regulasi sektor keuangan sebelumnya.

Iklan

"Bappebti bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi, pengawasan, hingga perlindungan masyarakat. Upaya ini untuk membangun industri PBK yang aman, sehat, transparan, berintegritas, dan berdaya saing," kata Tirta.

Pertumbuhan sektor ini tercermin dari data performa transaksi yang dirilis Bappebti. Sepanjang periode Januari-Agustus 2026, total volume transaksi PBK sukses menembus angka 10,35 juta lot, mengalami peningkatan sebesar 9,4 persen dibandingkan kurun waktu yang sama di tahun 2025. Tidak kalah impresif, transaksi pasar fisik emas digital meroket hingga 115,9 ton dengan nilai transaksi fantastis mencapai Rp299,5 triliun.

Guna mengimbangi pesatnya aktivitas pasar sekaligus menjamin keamanan iklim investasi, pemerintah bergerak aktif dalam melakukan penegakan hukum. Tercatat, sepanjang bulan Januari hingga September 2026, Bappebti telah memblokir sebanyak 812 situs perdagangan ilegal demi melindungi kepentingan masyarakat luas.

Rangkaian kampanye Bulan Literasi PBK 2026 ini dijadwalkan berlangsung hingga 8 November 2026 mendatang. Dengan menyasar target sebanyak 1,5 juta partisipan, edukasi digital ini diselenggarakan secara hibrida di lima kota besar tanah air, meliputi Jakarta, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar.

Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
Rahmat Hidayat, S.Sos
Penulis Berita

Rahmat Hidayat, S.Sos

Wartawan / Reporter Lapangan
"Jurnalis ekonomi kabartasela.id yang menyajikan analisis keuangan, geliat UMKM, serta peluang investasi melalui informasi yang lugas dan terverifikasi."
18 Artikel DiterbitkanBergabung Selasa, 6 Oktober 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...