29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)

Menatap 'Tungku Raksasa' Purba di Tebing Hawu: Surga Tersembunyi Bandung Barat yang Melawan Sunyi

Menelusuri eksotisme batuan purba Karst Citatah yang memacu adrenalin sekaligus menyimpan kisah perjuangan lingkungan.

Neng Maya Lestari, S.Pd
Neng Maya Lestari, S.Pd
Wartawan Tasela•Selasa, 6 Oktober 2026 • 18:15 WIB•275x dibaca
Pesona lubang raksasa Gunung Hawu di Bandung Barat.
Pesona lubang raksasa Gunung Hawu di Bandung Barat.📷 Sumber Terkait
Single Article - Top Banner

KABARTASELA.ID, Bandung Barat — Di bawah langit Padalarang yang membentang luas, berdiri kokoh barisan batuan purba yang seolah menantang zaman. Di sinilah Gunung Hawu Pabeasan, benteng alam yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kawasan Karst Citatah, Kabupaten Bandung Barat, berdiri gagah menghadap selatan. Menatapnya dari kejauhan membawa imajinasi kita pada masa jutaan tahun lalu, saat alam dengan jemari tak terlihatnya memahat mahakarya yang menakjubkan.

Keunikan paling mencolok dari destinasi ini adalah sebuah lubang raksasa alami yang menganga tepat di bagian tengah hingga puncak tebing. Lengkungan dinding batu di sisi kiri dan kanan menciptakan siluet yang sangat mirip dengan tungku masak tradisional Sunda. Keunikan visual inilah yang melahirkan nama 'Hawu', sebuah kata dalam bahasa Sunda yang berarti tungku kayu bakar.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Karst Hawu, Hasan Husairi menceritakan asal-usul penamaan ikonik tersebut kepada redaksi pada Minggu (4/10/2026):

"Nama Tebing Hawu ini ya sesuai bentuknya, kalau bahasa Sundanya hawu tapi kalau bahasa Indonesianya tungku. Persis seperti itu, jadi bolong di bagian tengah itu hawunya"

Kemegahan formasi batuan bentukan alam ini kerap membuat para pelancong terpana. Bahkan, tak sedikit pelancong yang menyandingkan eksotisme lanskap Tebing Hawu dengan landmark dunia yang tersohor, Natural Bridge di Amerika Serikat. Dengan dinding batu yang menjulang setinggi 90 meter, tempat ini kini menjelma menjadi magnet baru bagi para pencinta petualangan ekstrem yang ingin menguji adrenalin di Bandung Barat.

Di tempat ini, nyali para petualang ditantang melalui berbagai aktivitas minat khusus yang mendebarkan. Mulai dari merayap di tebing terjal hingga bersantai di atas seutas hammock yang terbentang ekstrem di antara dua tebing tinggi.

Iklan

"Secara wisata yang bisa dinikmati di sini ada wisata minat khusus, seperti panjat tebing, rappeling, dan hammocking. Lumayan sudah dilirik, dari mana-mana sudah banyak berdatangan"

papar Hasan dengan nada hangat. Tak hanya untuk para pemanjat profesional, kawasan ini kini mulai bersolek ramah untuk wisatawan umum dengan menyediakan area perkemahan (camping ground) yang tenang hingga jalur trekking menantang menuju puncak Gunung Bakung.

Namun, di balik keindahan estetisnya, Gunung Hawu menyimpan narasi perjuangan yang sunyi. Kawasan ini merupakan salah satu oasis hijau yang tersisa dan masih aman dari jamahan industri tambang batu kapur yang telah mengikis habis bukit-bukit di sekelilingnya. Tebing Pabeasan yang berada tepat di belakangnya, hingga kini bahkan masih harus berhadapan langsung dengan deru aktivitas tambang.

Demi menjaga warisan purba ini agar tidak lenyap, warga dan komunitas lokal terus bergerak menyuarakan penyelamatan lingkungan. Salah satu aksi ikonik yang rutin digelar adalah tradisi mengibarkan bendera merah putih raksasa di dinding tebing setiap peringatan HUT RI.

"Aksi ini menjadi salah satu kampanye menghentikan aktivitas tambang. Dari sini kelihatan mana kondisi tebing yang masih bagus dan mana yang rusak akibat penambangan"

pungkas Hasan penuh harap, menitipkan pesan mendalam bagi siapa saja yang datang berkunjung.

Informasi Praktis Liburan ke Gunung Hawu:

  • Lokasi: Kawasan Karst Citatah, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
  • Daya Tarik Wisata: Wisata minat khusus meliputi panjat tebing (rock climbing), rappeling, hammocking ekstrem di ketinggian 90 meter, camping ground, serta jalur pendakian menuju puncak Gunung Bakung.
  • Keunikan Alam: Formasi batuan purba dengan lubang raksasa di tengahnya yang menyerupai tungku tradisional (hawu), sering disamakan dengan Natural Bridge di Amerika Serikat.
  • Tips Liburan: Sangat disarankan berkoordinasi dengan pengelola Pokdarwis setempat jika ingin menjajal aktivitas ekstrem, gunakan peralatan keselamatan standar, dan selalu jaga kebersihan lingkungan karst untuk mendukung kampanye kelestarian alam setempat.
Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
Neng Maya Lestari, S.Pd
Penulis Berita

Neng Maya Lestari, S.Pd

Wartawan / Reporter Lapangan
"Wartawan kabartasela.id yang mengeksplorasi keindahan destinasi wisata, tradisi masyarakat adat, dan kekayaan warisan budaya nusantara."
39 Artikel DiterbitkanBergabung Kamis, 20 Agustus 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...