29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)

Kunci Pertumbuhan Usaha: Kepastian Regulasi dan Persaingan Sehat Jadi Sorotan

Burhanuddin Abdullah tekankan pentingnya penguatan institusi dan dukungan bagi 26,4 juta unit bisnis di Indonesia

Rahmat Hidayat, S.Sos
Rahmat Hidayat, S.Sos
Wartawan Tasela•Selasa, 13 Oktober 2026 • 11:55 WIB•232x dibaca
Burhanuddin Abdullah berbicara dalam forum kebijakan di Jakarta.
Burhanuddin Abdullah berbicara dalam forum kebijakan di Jakarta.📷 Sumber Terkait
Single Article - Top Banner

KABARTASELA.ID, JAKARTA — Kepastian hukum dan iklim persaingan usaha yang sehat dinilai memegang peranan krusial dalam mengakselerasi laju perekonomian nasional. Tanpa regulasi yang dapat diprediksi, pelaku usaha akan menghadapi hambatan besar saat menyusun langkah strategis maupun menanamkan modal.

Board of Advisors Prasasti, Burhanuddin Abdullah, menegaskan bahwa denyut ekonomi Tanah Air sangat dipengaruhi oleh kalkulasi bisnis harian yang dibuat para pelaku usaha, wirausahawan, dan pekerja di lapangan, bukan semata-mata bergantung pada kebijakan pemerintah di atas kertas.

"Keputusan-keputusan ini membutuhkan aturan yang jelas, regulasi yang dapat diprediksi, persaingan yang adil, dan institusi yang kuat,"

Penegasan tersebut disampaikan Burhanuddin saat menjadi pembicara dalam perhelatan Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di The Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026). Ia memaparkan bahwa pemerintah memang berperan menetapkan arah pembangunan, namun keberadaan institusi yang kokoh menjadi syarat mutlak untuk mengeksekusi target tersebut menjadi capaian nyata.

Iklan

Di Indonesia, tercatat ada sekitar 26,4 juta perusahaan yang menjadi tulang punggung kegiatan ekonomi. Gabungan sektor swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terbukti mendominasi nilai tambah perekonomian hingga 95 persen, dengan porsi terbesar berasal dari entitas swasta.

"Kita memiliki 26,4 juta perusahaan. Bersama-sama, perusahaan swasta, BUMN menghasilkan 95% nilai tambah sementara 90% di antaranya berasal dari sektor swasta sendiri,"

Lebih lanjut, ia menyoroti arah kebijakan industri nasional yang harus mampu memperkuat kapasitas usaha, memicu lahirnya inovasi, sekaligus menjamin arena kompetisi berlangsung adil. Menurut Burhanuddin, fokus pemangku kepentingan seharusnya tidak hanya berkutat pada upaya menjaring investasi anyar ke Tanah Air.

Perusahaan yang sudah berjalan pun memerlukan dukungan berkesinambungan agar dapat memperbesar skala usaha, mendongkrak produktivitas, serta memperluas jangkauan ke pasar yang lebih luas.

"Tantangannya bukan sekadar menarik investasi. Perusahaan harus dibantu untuk mengembangkan bisnisnya, mengembangkan talenta mereka, serta memperkuat rantai pasok domestik agar memperluas jangkauan pasar,"
Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
Rahmat Hidayat, S.Sos
Penulis Berita

Rahmat Hidayat, S.Sos

Wartawan / Reporter Lapangan
"Jurnalis ekonomi kabartasela.id yang menyajikan analisis keuangan, geliat UMKM, serta peluang investasi melalui informasi yang lugas dan terverifikasi."
18 Artikel DiterbitkanBergabung Selasa, 6 Oktober 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...