29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)

Kondisi Remaja Bantarkalong yang Ditemukan di Tangerang Membaik, Polisi Ungkap Penggunaan Identitas Fiktif

Satreskrim Polres Tasikmalaya dan KPAI fokus memulihkan psikis korban sembari mendalami motif keberadaannya di Apartemen PIK 2

Aiwa
Aiwa
Wartawan Tasela•Selasa, 13 Oktober 2026 • 11:57 WIB•269x dibaca
Kawasan hunian vertikal di Tangerang, lokasi ditemukannya korban.
Kawasan hunian vertikal di Tangerang, lokasi ditemukannya korban.📷 Sumber Terkait
Single Article - Top Banner

KABARTASELA.ID, TASIKMALAYA — Perkembangan positif ditunjukkan oleh DL (16), pelajar asal Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya yang sebelumnya dilaporkan hilang dan berhasil ditemukan di kawasan Apartemen Tokyo PIK 2, Tangerang. Korban yang saat ini berada di rumah aman mulai dapat diajak berkomunikasi secara bertahap.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya memastikan pemulihan kondisi kejiwaan korban terus dipantau intensif bersama instansi terkait. Korban yang sebelumnya sempat syok dan menutup diri kini perlahan mulai responsif.

"Kondisi korban mulai membaik, sudah bisa komunikasi. Awalnya kalau ditanya hanya diam atau bahasa isyarat atau kode saja. Sekarang sudah ya hampir 50 persen diajak komunikasi. Posisi korban ada di rumah aman," kata Josner saat dikonfirmasi detikJabar, Selasa (13/10/2026).

Dalam proses penyelidikan berjalan, pihak kepolisian juga menemukan petunjuk baru terkait aktivitas korban selama berada di Tangerang. Remaja tersebut terdaftar di area apartemen dengan identitas yang tidak sebenarnya.

Iklan

"Nah fakta lainnya terungkap, kalau korban terdaftar di Apartemen PIK 2 dengan nama fiktif," ungkap Josner.

Guna mengurai benang merah peristiwa ini, penyidik kepolisian telah memeriksa keterangan dari beberapa orang saksi. Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Heru Samsul Bahri menegaskan pemeriksaan lanjutan dilakukan beriringan dengan pemulihan mental korban.

"Sambil menunggu kondisi kesehatan psikis korban maksimal, terus mendalami sejumlah saksi-saksi. Kami juga dalami saksi-saksi supaya nanti motif sebenarnya terungkap," pungkas Kasat Reskrim AKP Heru Samsul Bahri.

Di sisi lain, Ketua KPAI Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto menyatakan pihaknya bersama UPTD PPA telah menerjunkan tim psikolog. Langkah ini diprioritaskan demi mencegah timbulnya trauma mendalam pada diri korban, di samping pengawalan terhadap pemenuhan hak-hak hukumnya.

"Kami tentu akan lakukan pendampingan agar korban pulih baik kesehatan fisik maupun kejiwaanya supaya tidak ada trauma," kata Ato.
"Yah pendampingan hukum akan dilakukan yah. Hak hak anak garus dipenuhi," kata Ato.

Sebelumnya, siswi kelas satu SMK ini pamit membeli makan malam dari kamar kontrakannya di Kampung Simpang, Desa Simpang, Bantarkalong pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, namun tidak kunjung kembali. Jejak korban akhirnya berhasil diendus setelah tim gabungan Polres Tasikmalaya bersama Polda Metro Jaya bergerak cepat menelusuri petunjuk boks ponsel baru yang tertinggal di lokasi kontrakan, hingga korban ditemukan pada Minggu (12/10/2026) dini hari.

Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
Aiwa
Penulis Berita

Aiwa

Wartawan / Reporter Lapangan
"Wartawan di kabartasela.id yang berfokus pada peliputan berita nasional dan dinamika politik."
56 Artikel DiterbitkanBergabung Kamis, 10 September 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...