KABARTASELA.ID, Jakarta — Jagat telekomunikasi tanah air lagi dihebohkan sama kabar pergantian nakhoda di PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 September 2026 kemarin, posisi Dian Siswarini sebagai Direktur Utama resmi digantikan oleh Nanang Hendarno, yang sebelumnya menjabat Direktur Network Telkom. Sontak, pergantian kilat setelah menjabat sekitar 16 bulan ini memicu gosip miring: apakah Dian dianggap gagal memimpin Telkom?
Eits, jangan buru-buru ambil kesimpulan negatif, gengs! Pengamat Telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi, menilai transisi ini terlalu dini kalau dibilang sebagai rapor merah buat Dian. Memimpin raksasa digital sebesar Telkom dalam waktu sesingkat itu jelas butuh proses panjang untuk melihat hasil transformasinya.
"Pergantian dalam waktu relatif singkat tentu menimbulkan pertanyaan, tetapi menurut saya publik jangan langsung menyimpulkan bahwa pemegang saham tidak puas terhadap kinerja Dian Siswarini," ungkap Heru kepada Selular.
Biar makin jelas dan objektif, yuk kita intip rapor keuangan asli Telkom selama masa kepemimpinan Dian Siswarini yang sebenarnya masih menunjukkan tren positif:
- Pertumbuhan Semester I 2026: Pendapatan Telkom sukses naik 3,9%, EBITDA tumbuh 3,8%, dan laba bersih yang dinormalisasi melonjak hingga 6,2%.
- Rapor Gemilang Tahun 2025: Telkom berhasil mengantongi pendapatan sebesar Rp146,7 triliun dengan laba bersih ternormalisasi mencapai Rp22,7 triliun.
Melihat angka-angka di atas, Heru menegaskan bahwa pergeseran posisi ini lebih merupakan manuver taktis dari pemegang saham, bukan karena kinerja individu yang melempem.
"Karena itu, lebih tepat melihat pergantian ini sebagai bagian dari keputusan strategis pemegang saham mengenai arah transformasi Telkom, bukan langsung sebagai vonis terhadap kinerja individu," tambah Heru.
Menurut Heru, transformasi korporasi skala jumbo seperti Telkom butuh napas panjang. Publik pun sebenarnya butuh transparansi agar tahu apa strategi besar di balik bongkar pasang kepemimpinan yang kedua kalinya dalam waktu singkat ini. Menariknya lagi, Heru membocorkan spekulasi seru bahwa karier Dian di pemerintahan belum usai.
"Siapa tahu Dian akan masuk jadi pimpinan Danantara atau jadi Wamen Komdigi ke depannya," pungkas Heru.
Jadi, jelas ya! Pergantian ini bukan soal gagal atau sukses, melainkan murni bagian dari strategi percepatan transformasi masa depan Telkom di bawah komando Nanang Hendarno.










