29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)

Gerak Cepat Respons Keluhan Irigasi dan Pupuk, Mentan Amran Banjir Apresiasi Petani Indramayu

Seribu petani datangi Kementan sampaikan kendala air hingga pasokan pupuk yang langsung ditindaklanjuti di lokasi.

Aiwa
Aiwa
Wartawan Tasela•Senin, 28 September 2026 • 12:30 WIB•85x dibaca
Mentan Andi Amran Sulaiman menyerap aspirasi ribuan petani Indramayu.
Mentan Andi Amran Sulaiman menyerap aspirasi ribuan petani Indramayu.📷 Sumber Terkait
Single Article - Top Banner

KABARTASELA.ID, JAKARTA — Respons sigap Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam menuntaskan hambatan pertanian di lapangan menuai apresiasi luas dari kalangan petani Indramayu. Langkah konkret tersebut mengemuka ketika sekitar 1.000 petani dari 24 basis Serikat Tani Indramayu mendatangi Kantor Pusat Kementerian Pertanian di Jakarta, bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional 2026.

Dalam pertemuan itu, petani mengutarakan kendala vital terkait pasokan air irigasi, penyediaan irigasi perpompaan (IRPOM), ketersediaan pupuk, hingga kebutuhan alat mesin pertanian (alsintan). Sebagian besar lahan pertanian di kawasan Kroya, Gantar, Terisi, dan Cikedung mengandalkan sawah tadah hujan sehingga membutuhkan distribusi air dari Bendungan Cipanas yang berjarak sekitar 1 hingga 5 kilometer.

Ketua Serikat Tani Indramayu, Casudi atau Bung Udi, menegaskan rasa leganya karena usulan jaringan irigasi dan IRPOM langsung disetujui pemerintah.

Iklan

"Tadi sudah kami sampaikan ke Pak Menteri terkait kelembagaan tani yang dibentuk oleh petani. Dan juga untuk jaringan irigasi, IRPOM, juga alhamdulillah semua dikabulkan oleh Pak Menteri. Tujuan kita itu buat petani. Dan alhamdulillah juga Pak Menteri Amran merespons semua tuntutan-tuntutan kita sebagai petani," kata Udi dalam keterangannya, Senin (28/9/2026).

Menanggapi aduan irigasi, Mentan Amran langsung menghubungi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) serta Dirjen Kementerian Pekerjaan Umum untuk memastikan langkah percepatan.

"Ini rakyat kita, ini saudara kita, ini anak kita. Bagaimana programnya, progresnya? Kalau tidak ada anggarannya, saya pindahkan dari Kementerian Pertanian. Bisa tidak selesai masalahnya ini rakyat? Inilah gunanya kita melayani rakyat," ucap Amran saat berkomunikasi dengan pihak BBWS melalui sambungan telepon.

Amran menargetkan pemasangan IRPOM rampung dalam dua bulan. Persoalan distribusi pupuk yang belum merata juga langsung ditangani di hadapan para petani dengan menghubungi jajaran manajemen produsen pupuk.

"Kenapa ini ada masalah pupuk? Ini minta tambah pupuk. Selesaikan ya. Ini ada seribu orang di sini," tegas Amran kepada pihak manajemen Pupuk Indonesia.

Selain menuntaskan masalah air dan pupuk, Kementan menambah alokasi bantuan 24 unit traktor tangan, benih padi untuk 1.000 hektare, dan dua unit traktor besar, melengkapi bantuan alsintan yang telah disalurkan sebelumnya. Mentan turut meresmikan kelembagaan Kelompok Maju Berani Berjuang bentukan petani setempat guna memperkuat akses bantuan produksi di masa depan.

Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
Aiwa
Penulis Berita

Aiwa

Wartawan / Reporter Lapangan
"Wartawan di kabartasela.id yang berfokus pada peliputan berita nasional dan dinamika politik."
56 Artikel DiterbitkanBergabung Kamis, 10 September 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...