Tim Gegana Sterilkan Lokasi Kejadian
Di bawah pimpinan Komandan Detasemen (Danden) Gegana Satbrimob Polda Jabar, Kompol Iyus Ali Yusup, tim Penjinak Bom (Jibom) tiba di lokasi sekitar pukul 20.00 WIB. Langkah sterilisasi penuh segera diterapkan di area sekitar bangunan. Personel Satbrimob bersenjata lengkap memblokir seluruh akses masuk guna memastikan keselamatan warga.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh sekelompok pelajar yang sedang berada di area tersebut pada Kamis sore. Salah seorang saksi mata, Abdul Wahab (18), menceritakan bahwa keberadaan benda misterius itu awalnya dicurigai oleh rekannya, Dika, yang mendengar suara bip berulang.
"Awalnya yang nemu itu teman saya Dika. Kata Dika sebelumnya terdengar suara nit-nit. Disamperin dan dicek dari mana arah suara itu, terus ketemu sumber suaranya dan benda itu langsung dikasih tahu ke kita semua," tutur Abdul Wahab.
Benda tersebut tergeletak terbuka di atas tembok bagian tengah bangunan. Strukturnya terdiri dari tiga pipa, papan tombol (keypad), layar LCD digital, jalinan kabel, serta lampu indikator merah yang terus berkedip. Menyadari adanya bahaya, para pelajar segera menjauh dan melapor ke layanan darurat kepolisian 110.
Laporan cepat tersebut langsung direspons oleh jajaran Polres Tasikmalaya Kota, Polsek Tawang, Unit Inafis, hingga pelibatan tingkat lanjut dari Satbrimob Polda Jabar. Petugas penjinak bom yang mengenakan pakaian pelindung khusus (EOD suit) tebal diturunkan mendekati titik temuan.
Guna mengantisipasi potensi bahaya, Tim Gegana melakukan tindakan pencerai-beraian Rangkaian Peledak Rakitan (IED) menggunakan disruptor, alat khusus penjinak bom untuk menetralkan benda mencurigakan dari jarak jauh secara aman.
Saat proses penembakan disruptor berlangsung dari dalam area gedung bekas pabrik, suara dentuman terukur yang cukup keras sempat terdengar menggelegar ke area luar.
Usai tindakan tersebut, tim penjinak bom segera menyisir dan mengumpulkan sisa-sisa material rangkaian untuk diteliti lebih lanjut di tempat.
Berdasarkan hasil pemindaian sinar-X (X-ray) serta verifikasi fisik pasca-penindakan, kepolisian memastikan bahwa benda mencurigakan tersebut tidak memuat materi bahan peledak aktif maupun inisiator.
Danden Gegana Satbrimob Polda Jabar, Kompol Iyus Ali Yusup, menjelaskan bahwa penanganan di lapangan dilakukan atas instruksi Kapolda Jabar melalui Dansatbrimob, berkoordinasi dengan Polres Tasikmalaya Kota dan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar.
"Datang ke sini kami laksanakan penindakan berupa kita lakukan X-ray. Hasil X-ray itu kami temukan bahwa benda tersebut memang mengandung unsur rangkaian bom, tapi tidak ada bahan peledak maupun inisiator. Cuma untuk baterai, kabel, dan lain sebagainya itu ada," ungkap Kompol Iyus Ali Yusup di lokasi kejadian, Kamis (10/9/2026) malam.
Kompol Iyus merincikan bahwa material benda tersebut hanya terdiri dari tiga tabung pipa, baterai, dan jalinan kabel. Kendati demikian, pihak Gegana tidak mengambil risiko dan tetap menerapkan prosedur penanganan standar operasional (SOP) tertinggi.
"Maka kami laporkan kepada Kapolres, atas petunjuk Pak Kapolres, kami laksanakan tindakan pencerai-beraian rangkaian menggunakan disruptor. Kita enggak mau ambil risiko, walaupun memang di situ tidak ada khusus bahan peledak," terangnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Januar Rangga Fardhela, menegaskan bahwa pihak kepolisian tengah mengusut motif serta pihak yang meletakkan benda yang sempat meresahkan warga tersebut.
"Kita lakukan penyelidikan terhadap temuan ini. Sudah ada dua orang yang kita mintai keterangan," tegas AKP Januar.










