29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)
Tasela TerkiniBreaking News

Geger di Parungponteng: Bersihkan Kebun, Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas Terpanggang

Korban diduga pingsan akibat sesak napas menghirup asap pekat sebelum kobaran api membesar dan melalap tubuhnya.

H. Apry Fauzan
H. Apry Fauzan
Redaktur / Editor•Jumat, 16 Oktober 2026 • 15:10 WIB•436x dibaca
Geger di Parungponteng: Bersihkan Kebun, Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas Terpanggang.
Geger di Parungponteng: Bersihkan Kebun, Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas Terpanggang.Foto: Istimewa.
Single Article - Top Banner

KABARTASELA.ID, PARUNGPONTENG – Warga Kampung Tegalpanjang, RT 04 RW 08, Desa Barumekar, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, digemparkan oleh peristiwa memilukan menyusul ditemukannya jasad seorang pria dalam kondisi hangus terbakar di area perkebunan pada Rabu (14/10/2026) malam.

Korban diketahui beridentitas Herman bin Husein, warga setempat yang kediamannya berjarak tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Korban ditemukan meninggal dunia dengan luka bakar sekujur tubuh di atas permukaan tanah miring atau tebing kebun yang sebelumnya sempat dilanda amukan si jago merah.

Kronologi Penemuan Berawal dari Bau Menyengat

Kapolsek Parungponteng, AKP Wahab, mengonfirmasi insiden tragis tersebut. Ia menerangkan bahwa penemuan jasad bermula dari kecurigaan warga sekitar seusai terjadinya kebakaran lahan kebun di kawasan tersebut.

"Awalnya warga melihat ada kebakaran di kebun. Setelah api berhasil dipadamkan, warga mencium bau gosong dan berusaha mencari sumber bau tersebut," kata Wahab saat dikonfirmasi, Kamis (15/10/2026).

Saat menelusuri aroma yang menyerupai bau daging terbakar di antara sisa-sisa arang dan abu pembakaran, warga mendadak dikejutkan oleh sesosok tubuh manusia yang sudah dalam kondisi melepuh dan tidak bernyawa. Menyadari hal tersebut, warga langsung bergegas melaporkannya ke aparat kepolisian Polsek Parungponteng.

Korban Pamit Bersihkan Kebun Sejak Pagi

Berdasarkan keterangan yang dihimpun pihak berwajib dari keluarga korban, Herman diketahui sempat berpamitan kepada istrinya pada Rabu pagi untuk membersihkan kebun miliknya.

Iklan

Memasuki siang hari sekitar pukul 12.00 WIB, istri korban memperoleh laporan dari aparatur desa setempat perihal kebakaran yang melanda area kebun mereka. Penanganan pemadaman berlangsung cepat dengan melibatkan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama armada pemadam kebakaran hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 14.00 WIB.

Kendati kebakaran telah padam, kecemasan mulai menyelimuti pihak keluarga lantaran hingga pukul 15.00 WIB Herman belum kunjung kembali ke rumah. Pihak keluarga bersama para tetangga lantas berinisiatif menyisir area perkebunan.

Pencarian berujung duka saat korban ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB dalam kondisi tak bernyawa di lereng tebing kebun. Sekitar pukul 20.00 WIB, jasad korban dievakuasi bersama warga menuju rumah duka untuk disemayamkan.

"Pihak keluarga menyampaikan bahwa sebelum kejadian korban berpamitan untuk membersihkan kebun. Setelah tidak kunjung pulang, keluarga bersama warga melakukan pencarian hingga akhirnya korban ditemukan," ungkap Wahab.

Diduga Terjebak Asap dan Pingsan

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan petugas Polsek Parungponteng, ditemukan sisa tumpukan serasah daun kering dan sabut kelapa yang diduga sengaja dikumpulkan sebagai bahan pembakaran limbah kebun.

Polisi menduga kuat korban awalnya hendak membakar sampah di sekitar saung miliknya. Namun, kepulan asap tebal dari pembakaran tersebut diduga kuat terhirup langsung oleh korban, memicu sesak napas parah hingga korban kehilangan kesadaran (pingsan) di lokasi sebelum sempat menyelamatkan diri.

Dalam keadaan tak berdaya tersebut, kobaran api merembet dan kian membesar hingga melumat tubuh korban. Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan indikasi ini merupakan kesimpulan awal berdasarkan temuan fisik di TKP dan kesaksian warga.

Pihak keluarga sendiri memutuskan untuk menolak prosedur autopsi jenazah. Keluarga korban telah menerima kejadian nahas ini secara ikhlas sebagai musibah murni tanpa kejanggalan tindak pidana.

"Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi karena mereka meyakini kejadian tersebut merupakan kecelakaan dan tidak ada hal yang mencurigakan," pungkas Wahab.
Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
H. Apry Fauzan
Penulis Berita

H. Apry Fauzan

Redaktur / Editor Berita
"Bertanggung jawab atas arah kebijakan redaksional, independensi pemberitaan, dan penegakan kode etik jurnalistik di Kabar Tasela. Berkomitmen menyajikan fakta yang akurat, berimbang, dan mencerahkan masyarakat Tasikmalaya Selatan."
111 Artikel DiterbitkanBergabung Kamis, 20 Agustus 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...