29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)

Dukung Program Pemerintah, Bulog Buka Pasokan Beras SPHP Tanpa Batas untuk Kopdes Merah Putih

Penyaluran beras murah diperluas melalui skema konsinyasi 30 hari demi mempermudah akses pangan masyarakat.

Rahmat Hidayat, S.Sos
Rahmat Hidayat, S.Sos
Wartawan Tasela•Sabtu, 10 Oktober 2026 • 08:30 WIB•270x dibaca
Aktivitas distribusi beras SPHP oleh Perum Bulog.
Aktivitas distribusi beras SPHP oleh Perum Bulog.📷 Sumber Terkait
Single Article - Top Banner

KABARTASELA.ID, JAKARTA — Perum Bulog memastikan ketersediaan pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tanpa pembatasan kuota bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes). Kebijakan ini disiapkan guna memperluas distribusi beras terjangkau sekaligus mengoptimalkan jaringan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

Langkah tersebut berbeda dari perlakuan terhadap pedagang pengecer di pasar tradisional melalui skema SP2KP, yang transaksinya dibatasi maksimal 2 ton dalam sekali pemesanan. Untuk Kopdes Merah Putih yang berada di bawah naungan Agrinas Pangan, Bulog berkomitmen memenuhi seluruh volume pesanan yang diajukan tanpa limitasi.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa keleluasaan pasokan ini merupakan bentuk nyata komitmen BUMN dalam mengawal arahan pemerintah untuk memperkuat peran koperasi desa.

Iklan

"Khusus untuk teman-teman KDKMP yang di bawah Agrinas Pangan, seberapa yang dipesan oleh Agrinas Pangan untuk KDKMP, kami dukung sepenuhnya."

Tak hanya membuka kuota pemesanan secara bebas, Bulog juga memberikan kelonggaran finansial berupa sistem pembayaran konsinyasi dengan tempo 30 hari. Fasilitas ini ditujukan agar perputaran modal di tubuh koperasi berjalan stabil selama menyalurkan komoditas pangan pokok kepada warga.

Ahmad Rizal menegaskan, kian masifnya keberadaan Kopdes Merah Putih justru menguntungkan rantai distribusi Bulog karena titik penjualan langsung ke masyarakat menjadi semakin dekat dan beragam.

"Jadi beras Bulog nanti akan berada di KDKMP semaksimal mungkin. Dan kami akan lebih senang kalau banyak KDKMP-nya, berarti tempat penjualan kami lebih banyak. Dan ini memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk dapat mengakses dan membeli beras dengan murah di KDKMP."

Mengenai akumulasi volume penyaluran yang telah terlaksana, pihak Bulog mencatat nilai transaksi yang bergulir melalui jaringan koperasi tersebut telah menyentuh angka ratusan miliar rupiah. Aktivitas penyaluran ini diproyeksikan terus melonjak seiring adanya instruksi pembukaan 100 unit jaringan Kopdes baru di berbagai wilayah.

"Kalau KDKMP yang sudah berjalan ini sudah bertransaksi, sudah ratusan miliar ya. Sudah ratusan miliar. Dan bahkan ditambah lagi dengan rencana yang 100 KDKMP yang kemarin diperintahkan untuk segera dibuka."
Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
Rahmat Hidayat, S.Sos
Penulis Berita

Rahmat Hidayat, S.Sos

Wartawan / Reporter Lapangan
"Jurnalis ekonomi kabartasela.id yang menyajikan analisis keuangan, geliat UMKM, serta peluang investasi melalui informasi yang lugas dan terverifikasi."
18 Artikel DiterbitkanBergabung Selasa, 6 Oktober 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...