29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)

Dugaan Penganiayaan Siswa di Boarding School Bekasi Menguak, Polisi Gencar Selidiki

Seorang siswa berinisial K menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan temannya, P, memicu laporan ke Polres Metro Bekasi Kota setelah mediasi menemui jalan buntu.

Aiwa
Aiwa
Wartawan Tasela•Senin, 28 September 2026 • 06:18 WIB•184x dibaca
Polres Metro Bekasi Kota tengah menyelidiki dugaan penganiayaan seorang siswa
Polres Metro Bekasi Kota tengah menyelidiki dugaan penganiayaan seorang siswa📷 Sumber Terkait
Single Article - Top Banner

KABARTASELA.ID, Bekasi — Kasus dugaan penganiayaan yang menimpa seorang siswa berinisial K di salah satu sekolah berasrama (boarding school) di Kota Bekasi kini menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Insiden kekerasan yang diduga dilakukan oleh teman sebayanya, P, telah dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota dan kini dalam tahap penyelidikan mendalam.

Orang tua korban, melalui media sosial, pertama kali mengungkap dugaan penganiayaan ini. Disebutkan bahwa K mengalami sejumlah luka lebam, kepala benjol, dan dada sakit. Korban awalnya menyatakan luka tersebut didapat karena terjepit pintu, namun pihak keluarga menemukan kondisi luka yang sama pada kunjungan berikutnya.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Putu Kholis Aryana, membenarkan adanya laporan tersebut saat dikonfirmasi terpisah pada Jumat (25/9/2026). Pihak kepolisian segera menindaklanjuti dengan serangkaian penyelidikan.

"Laporan telah diterima pihak kepolisian dan sedang diproses penyelidikan. Sudah ada laporannya. Kita tindak lanjuti selidiki," kata Putu.

Dalam proses penyelidikan, polisi telah mengajukan visum untuk mengetahui kondisi korban secara medis dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Pengumpulan bukti pendukung lainnya juga tengah dilakukan untuk memperkuat kasus ini.

"Mengajukan visum untuk ketahui kondisi korban, dirangkai dengan meminta keterangan saksi, mengumpulkan bukti pendukung lainnya," ujarnya.

Kompol Rosdiana, selaku Kasat PPA Polres Bekasi Kota, menambahkan bahwa korban telah menjalani visum setelah laporan polisi dibuat. Pihak kepolisian juga telah melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut.

Iklan

"Sudah buat laporan polisi (LP), sudah visum," ujar Rosdiana saat dihubungi pada Minggu (27/9/2026). "Sudah cek TKP. Untuk penanganan perkara masih dalam tahap penyelidikan."

Pihak sekolah, setelah dimintai konfirmasi, membenarkan bahwa memang terjadi keributan dan kekerasan oleh rekan terhadap korban. Hasil pemeriksaan dokter sekolah mengonfirmasi bahwa korban mengalami pecah pembuluh darah pada area matanya.

Heni, orang tua K, menceritakan kronologi kejadian yang memilukan ini. Menurut Heni, penganiayaan bermula pada Kamis (17/9/2026), ketika P kesal karena K tidak meminjamkan buku. Saat itu, P menarik baju K yang sedang mengikuti ujian PTS.

"Anak saya tidak mau meminjamkan buku jadi ditarik lah baju anak saya, kebetulan saat itu tepat ujian PTS. Akhirnya anak saya melepas tangan anak tersebut di baju anak saya," ungkap Heni pada Minggu (27/9/2026).

Peristiwa berlanjut ketika K kembali ke kamarnya dan disusul oleh P. Ketika K mencoba membalas perlakuan P, P justru menonjok mata K hingga mengeluarkan bercak darah, dan kepala K turut benjol.

"Anak saya membalas pukulan seadanya lalu anak tersebut tonjok mata anak saya sampai keluar bercak darah pada mata. Selanjutnya kepala anak saya sampai benjol," jelas Heni.

Heni juga mendapat informasi dari teman K bahwa anaknya kerap dianiaya oleh P sebelumnya. Setelah keributan, K pergi ke sekolah dengan mata merah, namun Heni menyayangkan penanganan pihak sekolah.

"Seharusnya pihak sekolah atau asrama mengetahui hal ini dan langsung membawa anak saya ke dokter. Tapi yang ada anak saya dibawa siang menjelang sore ke RS dan bukan di rontgen," tambahnya.

Upaya mediasi yang melibatkan pihak sekolah dan keluarga pelaku telah dilakukan pada 21 September, namun tidak membuahkan hasil. Orang tua P disebut Heni tetap membela anaknya, dan pihak sekolah bersikukuh agar P tetap bersekolah. Oleh karena itu, Heni memutuskan untuk melaporkan kasus ini ke Polres Bekasi Kota dan melakukan visum ulang terhadap dada dan mata anaknya.

"Sore itu juga saya langsung melaporkan masalah ini ke Polres Bekasi Kota dan melakukan visum dada dan mata anak saya," tutup Heni.

Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan kepolisian untuk mengungkap kebenaran dan memastikan keadilan bagi korban.

Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
Aiwa
Penulis Berita

Aiwa

Wartawan / Reporter Lapangan
"Wartawan di kabartasela.id yang berfokus pada peliputan berita nasional dan dinamika politik."
56 Artikel DiterbitkanBergabung Kamis, 10 September 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...