29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Kemenhub Pantau Dampak Penerbangan Internasional

Penerbangan transit mengalami gangguan dan penyesuaian rute, sementara penerbangan langsung dari Indonesia ke Arab Saudi dipastikan tetap beroperasi normal.

Rahmat Hidayat, S.Sos
Rahmat Hidayat, S.Sos
Wartawan Tasela•Selasa, 13 Oktober 2026 • 08:30 WIB•228x dibaca
Suasana konter informasi bandara di tengah pemantauan penerbangan internasional.
Suasana konter informasi bandara di tengah pemantauan penerbangan internasional.📷 Sumber Terkait
Single Article - Top Banner

KABARTASELA.ID, JAKARTA — Otoritas penerbangan Arab Saudi resmi menutup operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh hingga Sabtu mendatang. Langkah penghentian operasional ini diambil menyusul eskalasi ancaman keamanan akibat rangkaian serangan yang dilancarkan oleh kelompok Houthi di kawasan tersebut.

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara kini mencermati secara intensif imbas insiden tersebut terhadap mobilitas penerbangan internasional, khususnya rute transit yang terhubung langsung dengan para penumpang asal Indonesia.

Hasil evaluasi data operasional maskapai per 12 Oktober 2026 menunjukkan bahwa sejumlah jadwal penerbangan transit menuju maupun melewati Riyadh terkena dampak signifikan, mulai dari pembatalan rute, penyesuaian alur perjalanan, hingga penjadwalan ulang bagi para calon penumpang.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga keselamatan penerbangan serta memastikan hak-hak penumpang tetap terpenuhi di tengah ketidakpastian kondisi di Timur Tengah.

Iklan

"Kami terus memantau perkembangan situasi dan dampaknya terhadap penerbangan yang terhubung dengan Riyadh. Prioritas kami adalah memastikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi perhatian utama, sekaligus mendorong agar penumpang yang terdampak memperoleh informasi dan penanganan yang jelas dari maskapai"

Imbas situasi ini terlihat nyata pada sejumlah maskapai multinasional. Qatar Airways dilaporkan membatalkan sejumlah jadwal rute Doha–Riyadh pergi-pulang pada 9 dan 10 Oktober 2026, sembari mengalihkan penumpang transit melalui bandara alternatif di wilayah Arab Saudi. Pada periode yang sama, Emirates turut membatalkan penerbangan dengan destinasi Riyadh, Jeddah, Madinah, dan Dammam.

Kendati lalu lintas udara di Riyadh terganggu, Kemenhub memastikan penerbangan langsung dari Indonesia menuju Arab Saudi tidak mengalami kendala operasional. Rute penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air menuju Jeddah serta maskapai Saudia dilaporkan tetap beroperasi melayani penumpang.

Kemenhub mengimbau seluruh masyarakat yang memiliki tiket penerbangan transit menuju kawasan Timur Tengah untuk proaktif memantau status keberangkatan secara berkala melalui saluran resmi maskapai masing-masing demi mengantisipasi perubahan jadwal mendadak.

Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
Rahmat Hidayat, S.Sos
Penulis Berita

Rahmat Hidayat, S.Sos

Wartawan / Reporter Lapangan
"Jurnalis ekonomi kabartasela.id yang menyajikan analisis keuangan, geliat UMKM, serta peluang investasi melalui informasi yang lugas dan terverifikasi."
18 Artikel DiterbitkanBergabung Selasa, 6 Oktober 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...