29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)

Aksi Saweran Dangdut di Lingkungan Masjid Bojonggambir Dikecam Warga, Grup Musik dan Panitia Akui Khilaf

H. Apry Fauzan
H. Apry Fauzan
Redaktur / Editor•Kamis, 24 September 2026 • 19:01 WIB•252x dibaca
Aksi Saweran Dangdut di Lingkungan Masjid Bojonggambir Dikecam Warga, Grup Musik dan Panitia Akui Khilaf.
Aksi Saweran Dangdut di Lingkungan Masjid Bojonggambir Dikecam Warga, Grup Musik dan Panitia Akui Khilaf.Foto: Istimewa.
Single Article - Top Banner
KABARTASELA.ID, BOJONGGAMBIR — Beredarnya rekaman video hiburan musik di halaman hingga teras masjid usai peringatan Maulid Nabi di Kampung Cikawung, Desa Girimukti, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, memicu reaksi keras dari masyarakat luas.

Video berdurasi 34 detik yang viral di media sosial tersebut menampilkan dua penyanyi perempuan tampil di atas panggung diiringi aksi saweran dan beberapa pria yang berjoget. Salah satu pedangdut bahkan terlihat bernyanyi di area teras masjid. Peristiwa itu diketahui terjadi usai rangkaian acara pokok peringatan Maulid Nabi rampung pada Minggu (20/9/2026) malam.

Tayangan tersebut menuai kecaman publik karena dinilai melanggar etika dan tidak pantas dilakukan di lingkungan rumah ibadah.

Menanggapi kegaduhan yang meresahkan warga, jajaran Polsek Bojonggambir bersama Muspika, Pemerintah Kecamatan, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat bergerak cepat mengumpulkan panitia penyelenggara serta grup musik pengisi acara.

Pihak berwenang memastikan bahwa aksi hiburan musik dangdut tersebut digelar spontan setelah acara keagamaan Maulid Nabi selesai, serta bukan merupakan bagian dari susunan acara resmi panitia.

Panitia kegiatan, Dadan Murdani, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Bojonggambir dan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

Iklan

"Kami atas nama seluruh panitia meminta maaf kepada seluruh lapisan masyarakat di Bojonggambir dan Kabupaten Tasikmalaya. Kami mohon maaf dengan beredarnya video yang tidak pantas sehingga meresahkan seluruh masyarakat," ujar Dadan.

Sikap senada disampaikan oleh pengisi acara dari grup musik Antasalam. Perwakilan grup, Soleh Efendi, mengaku khilaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari.

"Saya meminta maaf kepada seluruh warga Kecamatan Bojonggambir atas beredarnya video yang tidak pantas dalam acara tersebut. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi," pungkas Soleh.

Sementara itu, Ketua MUI Desa Girimukti, Miftah Parid, turut menyampaikan penyesalan mendalam dan memastikan bakal memperketat pengawasan kegiatan warga agar norma rumah ibadah tetap terjaga.

"Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, terutama kepada aparatur pemerintah, keamanan, atau siapa pun yang merasa terganggu dengan kejadian itu. Insyaallah ke depannya kami tidak akan mengulangi hal seperti ini," tegas Miftah.
Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
H. Apry Fauzan
Penulis Berita

H. Apry Fauzan

Redaktur / Editor Berita
"Bertanggung jawab atas arah kebijakan redaksional, independensi pemberitaan, dan penegakan kode etik jurnalistik di Kabar Tasela. Berkomitmen menyajikan fakta yang akurat, berimbang, dan mencerahkan masyarakat Tasikmalaya Selatan."
111 Artikel DiterbitkanBergabung Kamis, 20 Agustus 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...